PWI Pusat Gelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan 2026, Dorong Sinergi Wartawan dan Kepala Daerah Majukan Budaya

158

dutapublik.com, JAKARTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menggelar Sosialisasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 untuk wartawan dan kepala daerah (bupati/wali kota) yang akan diberikan pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Provinsi Banten, pada 6–9 Februari mendatang.

Kegiatan yang digelar secara daring pada Rabu (22/10/2025) ini dipimpin oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, yang juga ditunjuk sebagai Ketua Panitia HPN 2026, bersama Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan, Yusuf Susilo Hartono. Turut hadir secara daring Ketua PWI Provinsi se-Indonesia, Ketua PWI Kabupaten/Kota, serta perwakilan Diskominfotik dari berbagai daerah.

“Kita bersyukur, Anugerah Kebudayaan ini bisa kembali digelar setelah sempat terhenti. Harapannya, kegiatan ini terus menjadi program unggulan PWI Pusat karena sangat bermanfaat bagi semua pihak,” ujar Zulmansyah.

Baca Juga:  Beredar Video 3 Lokasi Dugaan Sarang Perjudian Di Semarang Masih Beroperasi, LQ Indonesia Lawfirm Sindir Kinerja Polri Dan Pemprov Jateng

Ia juga mendorong pengurus PWI daerah untuk aktif mensosialisasikan kegiatan ini kepada para mitra, khususnya bupati dan wali kota. “Kami yakin sebagian besar kepala daerah memiliki kontribusi besar dalam memajukan kebudayaan daerah,” tambahnya.

Sementara itu, Yusuf Susilo Hartono menjelaskan bahwa tema Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 adalah “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.”

Menurutnya, penghargaan ini ditujukan bagi kepala daerah dan komunitas yang memiliki rekam jejak kuat dalam pengembangan kebudayaan, serta bagi wartawan lokal yang berkompeten dalam mengangkat potensi budaya daerahnya.

“Tujuannya untuk mendorong penguatan kebudayaan daerah dan komunitas pemaju kebudayaan melalui sinergi media dan pers,” jelas Yusuf.

Baca Juga:  DPRD Jawa Barat Tolak Pajak Sembako, Menambah Beban Petani Dan Peternak

Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 terbuka bagi seluruh bupati dan wali kota aktif yang tidak sedang berurusan dengan hukum. Peserta dapat mendaftarkan satu karya atau kegiatan budaya yang relevan dengan tema, disertai proposal dan video pendukung.

“Proposal harus dirancang menarik dan tidak boleh dibuat menggunakan Artificial Intelligence (AI),” tegas Yusuf.

Untuk kategori wartawan dan komunitas, ajang ini dapat diikuti oleh wartawan lintas organisasi yang aktif dalam kegiatan seni dan budaya bersama komunitasnya.

“Peserta harus memiliki pengalaman berkarya seni atau budaya minimal 10 tahun, dibuktikan dengan portofolio, biodata, tautan berita, dokumentasi, serta identitas diri dan kartu pers,” jelasnya.

Pendaftaran dibuka mulai 21 Oktober hingga 21 November 2025 melalui email AK-PWI-HPN2026@gmail.com. (Effendy)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *