dutapublik.com, BLORA – Mengapa Relawan Dulur Ganjar Pranowo (DGP) memilih Ganjar Pranowo?
Pertanyaaan tersebut yang muncul hampir di setiap benak masyarakat yang biasa bermain di media sosial.
Berikut beberapa alasan yang dikemukakan oleh Ketua Umum DGP Raden Zieo Suroto, terkait apa dan mengapa relawan DGP sudah bergerak sejak sekarang, pada Kamis (4/11).
Dari sekian banyak relawan DGP yang sudah mendeklarasikan Ganjar sebagai Calon Presiden untuk tahun 2024, hampir semua memiliki jawaban yang sama, yakni :
1. Orangnya memiliki kepribadian baik dan menarik (hamble).
2. Memiliki ketegasan dalam menegakkan peraturan.
3. Anti politik indentitas/intoleran.
4. Kinerjanya bagus dan jelas (terbukti terpilih kedua kalinya dalam Pilgub Jawa Tengah).
5. Anti korupsi, terbukti penghargaan yang diterima dari KPK dengan Slogan Mboten Korupsi Mboten Ngapusi (Tidak korupsi, Tidak berbohong).
6. Mau turun ke bawah langsung kepada masyarakat sehingga masalah di masyarakat jelas cara mengatasinya.
7. Memiliki jiwa milenial, di mana kaum ini adalah pemilih yang memiliki suara terbesar.
8. Memiliki karakteristik yang hampir sama dengan presiden Joko Widodo
9. Tidak ingin hasil pembangunan yang dicapai Jokowi berantakan di tangan pemimpin yang tidak jelas track recordnya.
10. Gubernur yang dengan tegas melawan Radikalisme di wilayah Jawa Tengah dengan mengumpulkan semua Kepala Sekolah dan ASN dengan menandatangani Fakta Intergeritas ,yang terpapar radikalisme langsung suruh mengundurkan diri atau dipecat dan kita harapkan bisa seluruh Indonesia.
11. Peduli Kaum Tani dengan program Kartu Tani di jawa tengah.
12. Peduli kaum Buruh dengan cara turun langsung saat demo menerima Buruh dan menerima untuk dialog Kaum Buruh Jawa tengah.
13. Peduli UMKM dan Koperasi dengan cara mendirikan Lapak Ganjar dan ide-ide Brilian apabila ada komoditi yang lemah dan turun gerakan belanja ke UMKM tersebut dan bekerja sama denga perusahaan perusahaan star up besar indoensia.
14. Salah satu Gubernur yang aktif Bermedsos guna sebagai alat kerja dan berhubungan langsung Ke rakyat apabila ada keluh kesah.
Dan masih banyak lagi yang bisa diangkat di sini, namun keempat belas alasan tersebut di atas yang dikemukakan oleh para Relawan DGP.
Lalu timbul lagi pertanyaan kedua, Bukankah Pilpres tahun 2024 masih lama dan Ganjar Pranowo (GP) belum dicalonkan oleh partai manapun bahkan sinyal dari partainya pun belum nampak?
Betul, tahun 2024 masih 3 tahun lagi dan untuk sebagian orang ini dianggap masih lama. Namun, bagi politisi waktu 3 tahun itu adalah singkat.
Coba perhatikan tahapan Pilpres untuk tahun 2024 itu sudah dimulai di awal tahun 2023 (artinya tinggal +/- 1.5 tahun) dan pada tahap ini kebanyakan Partai Politik sudah bebenah dan memasang strategi masing-masing termasuk menyiapkan kandidatnya dalam ajang tersebut.
Bagi Partai Politik tentunya harus tunduk dan mengikuti peraturan atau undang-undang yang telah ditetapkan. Oleh karenanya jika mereka mendeklarasikan calonnya saat ini jelas merupakan pelanggan (bahkan termasuk pelanggaran berat).
Ada beberapa alasan mengapa banyak relawan DGP sudah mendeklarasikan GP sebagai Capres RI tahun 2024, yaitu :
1. Relawan adalah organisasi lepas dan tidak terikat dengan undang-undang pemilu sehingga tidak ada pelanggaran yang dilakukannya.
2. Relawan jauh lebih realistis dalam melihat keadaan serta kondisi masyarakat di lingkungannya.
3. Relawan DGP saat ini memiliki rasa kekhawatiran jika sampai waktunya GP tidak diusung oleh partainya. Oleh karena itu, relawan ingin menunjukkan kepada partai yang menaunginya bahwa GP memiliki tingkat elektabilitas yang tinggi dan layak untuk diusung.
4. GP adalah Gubernur miskin yang hartanya tidak memungkinkan sebagai modal pencapresan dirinya. Oleh karenanya relawan mencoba meringankan beban biaya pencapresan tadi dengan cara swadaya dan swadana dari para relawan.
Selanjutnya pertanyaan ketiga, bagaimana jika partainya GP tidak merekomendasikan dia sebagai Capres, atau tidak ada partai yang mencalonkannya?
Dengan usaha para relawan untuk terus meningkatkan elektabilitas GP dalam berbagai pooling, diharapkan partai yang menaungi GP akan mempertimbangkannya. Jika dengan tingkat elektabilitas yang tinggi partai yang menaunginya tidak merekomendasikan sebagai Capres maka kemungkinannya akan diambil oleh partai lain dan hal ini tidak menjadi masalah karena relawan GP kebanyakan dari masyarakat umum dengan berbagai latar belakang ideologi yang berbeda.
Jika tidak ada partai yang mengusungnya, maka para relawan akan menyerahkan sepenuhnya kepada GP, dan jika ada partai yang “diendorse” oleh GP kemungkinan akan banyak diikuti oleh para relawan. (ysn)





