dutapublik.com, KARAWANG – Para keturunan Raden Soemaredja (Ayah Dji’in) alias Sang Penemu Situs Budaya Makam Syekh Quro, yang berlokasi di Desa Pulokelapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, melaksanakan ritual adat istiadat leluhur, yaitu Sedekah Damar, pada Minggu, 7 September 2025 malam, yang bertepatan dengan 14 Maulid 1446 Hijriah.
Ritual Sedekah Damar sendiri mengandung kata yang berarti Memberi Terang atau Menerangi dengan Cahaya Api.
Hal itu yang dijelaskan oleh salah seorang sesepuh kampung yang juga merupakan keturunan, Ayah Dji’in.
“Sedekah Damar tidak bisa diipisahkan. Karena merupakan tradisi kebudayaan Sunda yang dulu pernah dilaksanakan oleh para Karuhun (Leluhur_red) kita semua hingga saat ini. Tentunya hal itu merupakan kewajiban kita semua untuk melestarikannya. Sebagaimana cahaya api yang menjadi lambang semangat dalam melestarikan budaya kita.”
“Sedekah Damar mengandung arti yang sangat mulia, yaitu ke-Siliwangian, yang juga langsung memaknai dirasakan oleh kita semua berjabat tangan, bertemu bertatap muka, berkumpul bersama dan Silaturahmi antar sesama. Semoga kita selalu ada dalam Keberkahan. Itu yang tersirat,” ujar, Ki Lili, kepada media dutapublik.com saat di lokasi acara.

Keterangan Gambar 2: Masyarakat Yang Menghadiri Acara Sedekah Damar
Ki Lili, menerangkan bahwa Sedekah Damar tersebut sebagaimana mengandung arti kata cahaya api.
“Cahaya artinya Nur. kata Nur tercantum dalam kitab suci Al-quran dalam Surat An-nur ayat 35. Kenapa Sedekah Damar dilaksanakan setiap bulan Maulid dan bukan di bulan Hijriah lainnya? Karena pada bulan Maulid, di mana Nabi Besar Muhammad SAW dilahirkan, yang diutus oleh Allah SWT untuk menerangi dunia.”
“Jelas, bahwa Sedekah Damar ini berkaitan erat dengan Baginda Nabi Muhammad SAW. Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT, selalu diberikan kesehatan, banyak rezekinya, dan diberikan keberkahan dunia akhirat. Aamiin,” tutururnya.
diketahui, Ritual Sedekah Damar tersebut dipimpin oleh tokoh masyarakat keturunan Ayah Dji’in, dan turut dihadiri para keturunan Ayah Dji’in, serta masyarakat sekitar, tak lupa diisi dengan membacakan Kalimah-Kalimah warisan Leluhur atau Karuhun.
Berdasarkan fakta dari beberapa manuskrip yang ada, bahwa Makam Syekh Quro, diakui berada di Desa Pulokelapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat, yang ditemukan oleh Raden Soemaredja (Ayah Dji’in), dan bukan berada di komplek Masjid Agung Karawang, dan di wilayah lainnya sebagaimana keterangan ngawur dari seorang oknum Habib. (Nendi Wirasasmita)





