dutapublik.com, PONTIANAK – Makam Sultan Syarif Abdurrahman Al Qadri Batu Layang Pontianak dan Makam KH. Fathul Bari Peniraman Mempawah menjadi Destinasi Ziarah Religi Forum Komunikasi Mahasiswa Darun Nasyiin (FKMD) Kalimantan Barat pada Minggu, 18 Desember 2021.
Ziarah religi merupakan agenda perdana kepengurusan FKMD yang baru saja melakukan Mubes dan akan menggelar Pelantikan beberapa waktu yang akan datang, perjalanan panjang yang penuh dengan kegembiraan itu berlangsung dengan semangat dan khidmat yang diikuti oleh 25 pengurus serta dewan pembina FKMD yang juga merupakan ketua yayasan Al Ikhsan Pondok Pesantren Darun Nasyiin Gus Ainun Najib, M.Ag.
Perjalanan Ziarah religi FKMD semakin bermakna dan seru, pasalnya, disepanjang perjalanan antar pengurus saling melontarkan pertanyaan seputar sejarah perjalanan kesultanan Syarif Abdurrahman Al Qadri dari awal merintis kota Pontianak hingga saat ini yang dilanjutkan Sultan Syarif Mahmud Melvin Al Qadri Kesultanan Pontianak ke IX.
Diskusi semakin panjang ketika perjalanan berlangsung dari Peniraman menuju kota Singkawang, dalam diskusi itu berlanjut tentang sejarah KH. Fathul Bari salah satu santri Syaichona Cholil Bangkalan yang menyebarkan Islam melalui Thoriqot Naqsabandiyah di Kalimantan Barat.
Iwan, Koordinator touring religi FKMD mengatakan keikutsertaan seluruh anggota dan pengurus FKMD menjadi salah satu cara mempererat hubungan silaturrahmi sebagai regenerasi estafet di setiap kepengurusan kedepan.
“Perjalanan ini sebagai salah satu cara pererat persaudaraan antar anggota dan pengurus FKMD, sebagai regenerasi kepengurusan kedepan,” katanya
Lebih lanjut, ia menambahkan kegiatan serupa akan dilaksanakan di setiap setahun sekali
“Insyaallah kegiatan ini akan selalu dilakukan setiap tahun.”
Selama perjalanan Irfandiansyah selaku ketua FKMD memberikan sedikit penjelasan seputar ziarah yang banyak memberikan manfaat, dari hal tentang mengingatkan kematian dan meneladani perjuangan dakwah terdahulu.
“Sebagaimana hadist nabi satu perjalanan penting dari ziarah ini adalah mengajarkan kita untuk senantiasa mengingat kematian,” kata Irfan. (sofiyeh)




