Satgas Yonif 715/Motuliato Dan Aparat Keamanan Puncak Jaya Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa Di Momen May Day

97

dutalublik.com, SULUT – Satgas Pamtas Kewilayahan Yonif 715/Motuliato bersama jajaran Aparat Keamanan (Apkam) di Puncak Jaya, Papua Tengah, serta seluruh elemen masyarakat, mengibarkan Bendera Merah Putih raksasa di Bukit Zaitun pada Kamis (1/5/2025).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka memperingati hari bersejarah bagi Tanah Papua, yaitu Hari Integrasi Papua ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dansatgas Yonif 715/Motuliato, Letkol Inf Prawito, mengatakan bahwa pengibaran Bendera Merah Putih raksasa merupakan wujud nyata rasa nasionalisme dan kecintaan seluruh masyarakat Puncak Jaya terhadap NKRI.

“Peringatan 1 Mei 1963 selalu menjadi kontroversi sejarah antara Pemerintah Republik Indonesia dan kelompok yang berseberangan dengan kita (OPM),” tegasnya.

Kontroversi sejarah ini, lanjut Dansatgas, menjadi salah satu akar persoalan konflik di Papua.
“Ada dua versi yang berbeda. Versi yang benar adalah bahwa 1 Mei merupakan hari integrasi Papua ke dalam Indonesia, sementara versi lainnya yang digiring oleh kelompok OPM menyebutnya sebagai peristiwa aneksasi oleh Pemerintah Indonesia,” jelasnya.

Karena itu, kata Dansatgas, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Puncak Jaya memiliki rasa cinta tanah air dan nasionalisme yang tinggi. Hal ini terlihat dari antusiasme mereka dalam mengibarkan bendera raksasa sambil menyanyikan lagu “Indonesia Raya” dengan khusyuk dan penuh khidmat.

Salah satu warga Puncak Jaya, Bapak Telius Wonda (46), Ketua Klasis GIDI Mulia, mengaku merinding dan penuh rasa syukur atas kegiatan tersebut. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Yonif 715/Motuliato.

“Saya sangat tersentuh dan bahagia dengan kegiatan ini. Ini sangat berarti dan patut dilaksanakan setiap tahun sebagai upaya menanamkan rasa cinta tanah air yang lebih mendalam kepada seluruh masyarakat Puncak Jaya. Kami sangat mendukung kegiatan ini,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dandim 1714/PJ Letkol Inf Irawan Setya Kusuma, Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, Dansatgas Yonif 112/DJ Letkol Inf Fiska Bagus, Dansatgas Rajawali II Letkol Inf David Jihandika, Dansattis Mandala V Kapten Inf Mifta, Kapos Elang V Lettu Inf Wira Sagala, tokoh agama Enus Kuluwa, tokoh masyarakat Niles Talenggeng, Gembala Mokoniak Tabuni, Pdt. Simon Okowally, dan Kepala Suku Distrik Mulia, Erves Wonda.

(Effendy)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *