Sosialisasi Anti-Bullying di Garut: Qinain Squad dan Polri Edukasi Penanganan Tawuran Pelajar

274

dutapublik.com, GARUT – Pencegahan tindak kekerasan di kalangan pelajar terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Dalam upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif, digelar kegiatan sosialisasi anti-bullying dengan peragaan penanganan oleh Qinain Squad bersama Polri, yang berlangsung dengan penuh antusias dari para siswa.

Kegiatan ini menghadirkan simulasi langsung dari Qinain Squad mengenai cara menangani kasus bullying hingga potensi tawuran antar pelajar. Dengan metode peragaan nyata, para siswa diajak untuk memahami dampak buruk bullying, baik secara fisik maupun psikologis, serta risiko hukum yang dapat menjerat pelaku.

Baca Juga:  Kapolda Jabar Pimpin Upacara Serah Terima Latihan Kerja Taruna Tingkat III Aangkatan 56 / Batalyon Presisi Di Polda Jabar

Hadir dalam kegiatan tersebut Bripka Wawan Mulyana, Bhabinkamtibmas Polsek Cilawu Polres Garut Jawa Barat, sebagai perwakilan Polri. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa tindakan bullying dan tawuran pelajar merupakan masalah serius yang tidak bisa dibiarkan.

“Bullying dan tawuran pelajar bukan hanya melukai fisik, tetapi juga merusak mental serta masa depan generasi muda. Bahkan, tidak jarang permasalahan antar anak justru merembet hingga melibatkan orang tua yang akhirnya ikut berselisih. Oleh karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, pengawasan, serta kerja sama antara sekolah, orang tua, masyarakat, dan pihak kepolisian,” tegasnya, Selasa (16/9/2025).

Baca Juga:  Kapolres Garut Tutup Festival Pencak Silat “Kapolres Garut Cup Pertama” Tingkat Jawa Barat 

Melalui sosialisasi ini, pihak penyelenggara berharap siswa dapat memahami bahwa setiap tindakan kekerasan memiliki konsekuensi. Selain itu, mereka juga diingatkan untuk lebih menghargai perbedaan, menjalin komunikasi sehat, dan menyelesaikan masalah tanpa kekerasan.

Kegiatan edukatif semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah preventif yang efektif untuk menekan angka kasus bullying dan tawuran pelajar di wilayah Garut, sekaligus membangun kesadaran kolektif demi terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh semangat kebersamaan. (MD/YM)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *