dutapublik.com, MINAHASA – Sejak resmi dilaunching pada 6 Januari 2025, Dapur MBG Mitra BGN SPPG Cahaya Nusantara Langowan Utara yang berlokasi di Toraget terus menjalankan tugas sebagai unit operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini menyediakan makanan sehat bagi anak-anak sekolah di Langowan untuk membantu memperbaiki status gizi generasi muda sebagai investasi masa depan bangsa.
Kepala SPPG Dapur Mitra BGN Yayasan Nusantara Langowan, Regina Kintan Lumingkewas, S.KM, menyampaikan rasa syukur karena hingga Rabu (11/12/2025), pihaknya telah berhasil mendistribusikan makanan bergizi gratis kepada sekitar 3.210 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mulai dari tingkat TK, SD, hingga SMP yang berada di Kecamatan Langowan Utara dan Langowan Barat.
“Puji Tuhan, sejak saya bertugas sebagai Kepala SPPG Dapur MBG Cahaya Nusantara Langowan, sampai hari ini kami telah sukses mendistribusikan MBG bagi 3.210 penerima manfaat,” ujarnya.
Regina menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari koki, petugas pengepakan, petugas pendistribusian, hingga bagian pencucian peralatan. Menurutnya, kerja sama adalah kunci kelancaran pelaksanaan program.
“Kerja sama, kekompakan, dan kebersamaan antara petugas dapur, pengepakan, pendistribusian, hingga petugas cuci ompreng sangat penting agar semua berjalan tepat waktu dan sesuai harapan,” jelasnya.
Memasuki masa ulangan bagi siswa SD dan SMP, SPPG Cahaya Nusantara terus memaksimalkan pelayanan menjelang libur Natal pada 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 1 Januari 2026. Meski harga bahan pokok, termasuk susu, mulai mengalami kenaikan, pihaknya tetap berupaya mempertahankan kualitas menu sesuai standar gizi.
“Kami tetap memaksimalkan menu sesuai takaran gizi dan berharap para siswa tetap menantikan MBG yang kami sajikan, meskipun sesekali ada keterlambatan,” ungkapnya.
Regina menambahkan bahwa pihaknya juga menargetkan peningkatan layanan MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Saat ini sudah terdapat 108 penerima manfaat dari kategori tersebut.
“Semoga tahun mendatang jangkauan penerima manfaat dapat diperluas agar lebih banyak ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang memperoleh manfaat MBG,” pungkasnya. (Effendy)





