Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Ditelantarkan Usai Digauli Oknum DPRD Tanggamus Hingga Hamil, Wanita Muda Ini Masih Kena Tipu Oknum Pengacara Puluhan Juta

1157

dutapublik.com, TANGGAMUS – Telah berbagai cara yang Mawar tempuh untuk meminta pertanggungjawaban Oknum Anggota DPRD Tanggamus berinisial MN, namun hingga kini belum juga membuahkan hasil. Apalah daya kalau hidup seorang diri di wilayah orang, jauh dari sanak saudara seperti Mawar.

Mawar mengungkapkan bahwa dirinya telah berupaya dengan berbagai cara supaya MN mau bertanggung jawab. Ia mengatakan bahwa dirinya telah melakukan berbagai cara agar MN mau bertanggung jawab mengingat perutnya semakin membesar namun usahanya belum membuahkan hasil.

Karena dalam kondisi pikiran yang gundah dan bingung, sehingga Mawar memutuskan untuk menghubungi temannya yang ada di Bandar Lampung yang berprofesi sebagai Pengacara untuk meminta bantuannya siapa tau dapat menyelesaikan permasalahan dan derita yang dialaminya.

Tanpa adanya rasa ragu, Mawar menguasakan persoalannya kepada pengacara dari Bandar Lampung tersebut pada tanggal 8 Januari 2021 dengan harapan bisa menggugat agar MN bisa bertanggung jawab baik sacara moril aupun materil.

Mawar menceritakan bahwa dengan penuh harapan sang pengacara bisa membantunya sehingga atas permintaan pengacara itu, tanpa adanya sehelai kertas bukti tertulis, Mawar menyerahkan uang sebesar Rp50 juta kepada pengacara tersebut.

Singkat cerita, uang yang telah diterima pengacara tersebut totalnya berjumlah Rp67 juta.

“Pertama 50 juta, udah itu datang lagi 15 juta dan 1 jutanya 2 kali, sehingga totalnya 67 juta,” kata Mawar. 

Namun hingga kini, usai meminta bantuan pengacara dan menyerahkan Rp67 juta, nasibnya masih tidak perubahan dan MN masih berkeliaran bebas tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Mawar.

Terpisah, wanita setengah baya yang mengasuh anaknya Mawar menceritakan bahwa ia sangat prihatin dan sedih jika mengingat kisah Mawar.

Dengan berlinangan air mata dan tersedu-sedu, wanita ini mengungkapkan bahwa Mawar selama ini kehilangan arah akibat depresi atas nasib yang dialaminya selama dua tahun.

“Kalau saya mengingat kisah anak ini sangat sedih, awal mulanya Mawar ini depresi atas musibah yang dialaminya. Dia disini hanya sebatang kara tak ada sanak saudara, ya namanya di sini dia merantau, keluarganya jauh di Kabupaten Lain, jauh dari sini,” ucapnya.

Mawar memang sudah ia anggap seperti anak kandungnya sendiri, karena di sini tidak ada siapa-siapa. Mawar juga satu tempat kerjaan dengan anaknya, pas Mawar hamil dan orang yang menghamilinya tidak mau bertanggung jawab maka ia ikut merawat disini karena sudah dianggap seperti anak sendiri.

“Setelah anaknya lahir, Mawar depresi sehingga dia konsultasi ke psikiater dan disarankan untuk kontrol ke rumah sakit jiwa, setelah itu Mawar jadi ketergantungan dengan obat penenang karena keadaannya yang depresi, atau dalam keadaan linglung,” ujarnya.

“Sayapun dengan tulus merawat anaknya karena sangat kasihan, niat saya hanya merawat anaknya karena keadaan Mawar masih stres dan depresi, bukan maksud saya mau mengambil anaknya. Saya merawat anaknya sampai Mawar siap untuk merawat anaknya sendiri, makanya kalau saya ceritakan kisah Mawar ini saya gak bisa menahan air mata, saking sedihnya mengingat penderitaan Mawar,” jelasnya.

“Saya sangat kasian, soalnya sejak kejadian itu, Mawar ini terancam dibuang oleh keluarganya yang jauh disana apabila keluarganya tau keadaan ini, sementara MN gak mau bertanggung jawab,” pungkasnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *