Ternyata Ini Biang Kerok Mandegnya Surat Aduan Untuk Oknum DPRD Tanggamus Di Badan Kehormatan 

870

dutapublik.com, TANGGAMUS –  Jawaban atas biang kerok mandegnya proses dari surat ke Badan Kehormatan DPRD Tanggamus yang dikirim pengacara L hingga satu tahun lebih mulai menemukan titik terang. Ternyata surat tersebut belum diberikan oleh pendamping ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Tanggamus. Hal itu disampaikan Pendamping Badan Kehormatan, Eman, saat dikonfirmasi awak media dutapublik.com di ruangan Umum Sekretariat Gedung DPRD Tanggamus, pada Selasa (28/6).

Surat tersebut diketahui ditujukan ke Badan Kehormatan DPRD Tanggamus terkait Oknum anggota DPRD MN dari Fraksi PDI Perjuangan dan surat bersifat rahasia. Namun hingga saat ini surat tersebut masih di tangan Pendamping BK saudara Eman.

Eman membenarkan kalau surat dari pengacara korban masih di tangannya dan memang belum diserahkan ke Badan Kehormatan. Eman menjelaskan surat itu pernah ia sampaikan ke Nuzul Irsan selaku anggota BK dan Nuzul pun bertanya surat dari mana dan isinya apa, kata Eman menirukan pertanyaan Nuzul Irsan.

“Lalu Pak Nuzul bilang ya udah disimpan aja dulu nanti kita musyawarahkan dulu ke anggota BK,” kembali Eman menirukan apa yang disampaikan Nuzul Isan.

“Saya sampaikan ke Pak Nuzul ini surat dari pengacara yang bersifat rahasia karena sifatnya rahasia saya juga gak berani membuka surat tersebut saya kan hanya pemdamping tinggal nunggu perintah dari BK kalau BK menayakan surat itu pasti saya kasihkan tapi kan BK belum menanyakan makanya surat itu masih saya simpan dan gak mungkin surat itu hilang setiap surat yang masuk pasti ada tanda terimanya,” jelasnya.

“Intinya surat sudah pernah saya sampaikan ke Pak Nuzul sebagai anggota BK dan kata Pak Nuzul simpan dulu, ya saya simpan, nanti kita rapatkan dulu, Badan Kehormatan akan lakukan tindakan persuasif dulu sama terlapor dan sama Ketua Fraksi,” kata Nuzul yang ditirukan oleh Eman.

Tambah Eman, ia menegaskan tidak mungkin mau menutup nutupi karena kapasitasnya hanya pendamping.

Selanjutnya, saat awak media meminta izin mengabil gambar Eman selaku pendamping Badan Kehormatan, ia malah menolak untuk difoto oleh awak media. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *