Tantangan Program Makan Bergizi Gratis di Wilayah Kepulauan: Keterbatasan Pangan dan Cuaca Ekstrem

79

 

dutapublik.com, SUMENEP – Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kepulauan adalah keterbatasan ketersediaan bahan pangan, yang semakin diperberat oleh kondisi cuaca ekstrem yang berlangsung dalam jangka waktu panjang. Dengan jumlah Penerima Manfaat (PM) sebanyak 733 jiwa, pelaksanaan program tetap diupayakan berjalan sesuai prinsip pemenuhan gizi seimbang, aman, dan layak dikonsumsi.

Kondisi geografis wilayah kepulauan menyebabkan pasokan bahan pangan, khususnya sayur-mayur, tidak selalu tersedia dalam jumlah yang mencukupi. Selain itu, tingginya harga bahan pangan turut memengaruhi proses pengadaan. Situasi ini juga berdampak pada keterbatasan sumber protein, baik protein hewani seperti ikan dan telur, maupun protein nabati seperti tempe dan tahu.

Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, menu MBG tidak disusun secara sembarangan. Sebagai tenaga ahli gizi, penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan energi dan protein penerima manfaat, serta menyesuaikannya dengan ketersediaan bahan pangan lokal. Fokus utama tidak terletak pada tampilan menu semata, melainkan pada kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh, khususnya untuk mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak.

Di tengah keterbatasan tersebut, muncul berbagai tanggapan negatif dari masyarakat, termasuk anggapan bahwa menu MBG kurang bergizi dan kurang variatif. Namun secara teknis gizi, penyusunan menu tetap mengacu pada Angka Kecukupan Gizi (AKG), dengan m pada pemenuhan kebutuhan energi, protein hewani dan nabati, serta zat gizi mikro utama yang disesuaikan dengan kelompok sasaran penerima manfaat. (Mr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *