Bupati Cianjur Buat Pernyataan Nyeleneh “Bencana Membawa Berkah”, Sukses Buat Warga Cianjur Meradang Dan Sakit Hati

583

dutapublik.com, CIANJUR – Ratusan Massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Gempa Kabupaten Cianjur, mengecam Statement Bupati Cianjur tentang bencana gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu bahwa “Bencana Membawa Berkah”. Selain mengecam mereka pun melakukan aksi demo di kantor Pemda Kabupaten Cianjur, Kamis (22/12). 

Ratusan massa aksi yang menggeruduk kantor pemerintah Kabupaten Cianjur, dikarenakan adanya dugaan penggelembungan data administrasi penduduk dan dugaan penyunatan dana bantuan oleh aparat birokrasi, dugaan proyek fiktif, dobel alokasi anggaran dan dugaan wan prestasi kontraktor atas berbagai macam untuk membangun infrastruktur serta pengadaan sarana dan prasarana pasca bencana.

Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Bencana kabupaten Cianjur, Galih Widiaswara, menuturkan, terkait menanggapi steatment Bupati Cianjur “Bencana Membawa Berkah” menurutnya statement tersebut telah melukai hati warga masyarakat kabupaten Cianjur, terutama keluarga korban bencana gempa bumi, menjadi catatan, bahwa anggaran untuk penanganan Cianjur tidak sedikit yang perlu diawasi untuk tidak terjadi penyimpangan anggaran serta indikasi politisasi dalam penanganan dana bantuan yang kerap memaksa tanpa mengikuti kaidah administrasi yang baik.

“Oleh karena itu, aliansi masyarakat menggugat peduli gempa Cianjur, mendesak kepada semua pihak terutama pemerintah daerah Kabupaten Cianjur, melakukan tata kelola yang baik, terkait penanganan dana bencana gempa bumi Cianjur, sehingga meminta untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, sekaligus meminimalisir yang hendak memanfaatkan situasi bencana untuk mengeruk keuntungan pribadi dan kepentingan politik,” ujarnya.

Sementara koordinator lainnya Deni Gawel Sunarya. S.H., senada dengan tuntutan yang diajukan oleh Aliansi masyarakat peduli gempa Cianjur tentang transparansi terutama masalah anggaran dana gempa ini.

“Kalau tidak juga ada jawaban kita akan tetap demo dan demo lagi,” pungkas pria yang akrab disapa Mang Gawel.

Di sisi lain, menurut Rizal Kepala Pelaksana dan ASDA 1 Arif Purnawan mengatakan, pihaknya akan meminta transparansi anggaran yang masuk hibah atau bantuan logistik lainnya yang masuk ke kas daerah Kabupaten Cianjur selama ini.

“Akan kami buka hari Senin mendatang data rekap yang masuk ke kas daerah Kabupaten Cianjur,” katanya. (Yani)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *