dutapublik.com – KABUPATEN BEKASI Permasalahan roda Pemerintahan baik Pusat, Daerah maupun Pedesaan. Saat ini memang dalam situasi prihatin, dikarenakan akibat dampak Pandemi Covid-19 yang masih melanda.
Semua sendi kehidupan masyarakat tekena imbas. Karena di masa pandemi semua aktivitas masyarakat serba dibatasi. Sehingga, dampak yang paling parah terimbas, yaitu dari segi perekonomian.
Adalah Kabupaten Bekasi, salah satu wilayah yang terkena dampak covid-19, yang saat ini masyarakat Kabupaten Bekasi sedang mengalami dan merasakan terpuruknya kehidupan perekonomian. Bagaimana tidak, dengan terjadinya pandemi corona, membuat ekonomi warga Kabupaten Bekasi semakin menurun.
Terkait hal itu, Gunawan, selaku Ketua Umum LSM SNIPER Indonesia, menanggapi permasalahan kehidupan ekonomi yang sekarang dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Bekasi. Ia menilai, Bupati Eka Supria Atmaja selaku orang nomor 1 di Kabupaten Bekasi, saat ini Bupati tidak mempunyai konsep yang jelas, minim Inovasi dan gagasan untuk memulihkan perekonomian warganya.
“Saya kira 2021 menjadi tahun yang sulit untuk Pemda Kabupaten Bekasi, karena tekanan fiskal luar biasa, mungkin lebih berat dibandingkan 2020,” kata Gunawan, pada Minggu (2/5).
Gunawan mengingatkan, dengan kondisi perekonomian warga yang memprihatinkan, Bupati tidak bisa hanya mengandalkan APBD.
“Bupati selaku Kepala Daerah, perlu membuat terobosan untuk mencari sumber-sumber pendanaan lain, seperti tanggung jawab Sosial Perusahaan (CSR), kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha, dan Pinjaman Daerah,” ucapnya.
Tapi, menurut Gunawan, upaya tersebut sepertinya tidak dipersiapkan oleh Bupati Bekasi. Pasalnya, di Triwulan kedua tahun anggraan 2021 ini belum ada gebrakan ke arah itu.
“Justru Bupati melehoy dan Pemda menyisakan utang kepada pihak ketiga (rekanan) yang mencapai angka kurang lebih 200 miliar. Sebagaimana Hasil Pelaksanaan Pemeriksaan Terinci BPK Perwakilan Jawa Barat, Nomor : 29/Tim Rik LKPD Kab. Bekasi/04/2021 Tanggal 13 April 2021,” sebutnya.
Hal tersebut, kata Gunawan, faktor yang lebih memperparah kondisi perekonomian masyarakat.
“Jika uang sebesar itu tidak tersangkut di Pemerintah Kabupaten Bekasi, akan terjadi perputaran uang dan dapat menggerakan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Seharusnya, lanjut Gunawan, sebagai seorang Kepala Daerah, Bupati harus segera mengambil langkah konkrit untuk menghadapi masalah yang sekarang sedang meradang.
“Oleh sebab itu, Bupati Eka Supria Atmaja harus memiliki banyak ide untuk menghadapi tantangan berat pada 2021. Mereka perlu berkolaborasi dengan Pemangku kepentingan lain. Seperti Perguruan Tinggi dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Tanpa ada kolaborasi, Pemda bisa kesulitan menyelesaikan masalah-masalah tersebut,” pungkasnya. (daryat)





