Terkuaknya Status Lahan PAUD Latifa, Kakon Sumur Tujuh Dan Markanan Saling Lempar Bola

356

dutapublik.com, TANGGAMUS – Dengan munculnya surat hibah lahan Gedung PAUD Latifa Pekon Sumur Tuju Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, Kepala Pekon Misro dan Markanan selaku penyelenggara PAUD Latifa saling lempar bola.

Markanan buat manuver mengejutkan, ia memberi pernyataan berbeda dengan membenarkan bahwa lahan PAUD Latifa merupakan hibah padahal sebelumnya saat dimintai keterangan oleh awak media dia mengklaim lahan itu miliknya dan telah dibeli dari Painem dan Subari.

Pernyataannya sebelumnya dibenarkan oleh Kepala Pekon Sumur Tujuh Misro bahwa dia menyaksikan proses jual beli lahan PAUD Latifa itu dan menerima imbalan Rp1 juta.

Pernyataan berbeda saat Markanan memberikan keterangan ke Dinas Pendidikan Tanggamus. Keterangan yang disampaikan Markanan itu pun seolah memberi penegasan bahwa Kepala Pekon Sumur Tujuh, benar berupaya menghilangkan aset desa yang bersumber dari hibah tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Penyelenggara PAUD Latifa Pekon Sumur Tujuh, Markanan saat dipanggil Kepala Bidang PAUD Zoldi. Dimana mengatakan bahwa ia tidak pernah mengklaim lahan gedung PAUD yang ada di Pekon Sumur Tujuh miliknya.

“Markanan selaku penyelenggara PAUD Latifa sudah kami panggil, dia tidak pernah mengakui lahan gedung PAUD di Pekon Sumur Tujuh itu milik dia saat kami tanyakan, kata dia PAUD itu memang milik Pekon Sumur Tujuh,” kata Zoldi, Rabu (27/9/2023).

Selain itu, lanjut Zoldi, Penyelenggara PAUD Latifa Pekon Sumur Tujuh itu juga memberikan pernyataan kepadanya secara tertulis bahwa ia tidak pernah melakukan transaksi jual beli kepada siapapun di Pekon Sumur Tujuh.

“Hal itu jelas membantah pernyataan Kepala Pekon Sumur Tujuh kepada awak media saat dikonfirmasi bahwa dia menerima Rp1 juta masuk ke kantong pribadinya dari transaksi jual beli lahan PAUD Latifa tersebut. Markanan juga mengaku tidak pernah melakukan transaksi jual beli, jadi PAUD Latifa di Pekon Sumur Tujuh memang milik pekon,” imbuh Zoldi.

Kepala Pekon Sumur Tujuh Misro mengelak adanya percobaan penggelapan PAUD Latifa di pekonnya, ia menuding bahwa Markanan merupakan dalang dalam jual beli PAUD tersebut.

“Bang itu saya gak tau apa-apa, masalah jual beli itu mungkin Pak Bari ada merasa ga enak sama Markanan apa gimana. Itu dalangnya Markanan, kok aku bunyinya gelapkan aset pekon itu. Yang jual aja Pak Bari sama Buk Painem. Aku masih di jalan belum sampek rumah,” tulis Misro melalui WhatsApp.

Misro menambahkan, ia tidak memakan duit hasil jual beli sekolah PAUD di Pekon Sumur Tujuh, ia kembali mengaku hanya menerima Rp1 juta dalam proses jual beli PAUD Latifa Sumur Tujuh.

“Kalo saya makan duit itu jangan kasih aku selamat, ini aku bawa mobil, cuma pemberian dari pihak pembeli itu 1 JT, lebih dari itu sama sekali ga ada,” imbuhnya. (Sarip)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *