Terus Diberitakan Miring Soal Proyek Rutilahu, Perwakilan Pemdes Labansari Tidak Terima Dianggap Selalu Salah

822

dutapublik.com, BEKASI – Perwakilan Pemerintah Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Keling, memprotes pemberitaan miring soal proyek pembangunan Rutilahu di desanya. Ia tidak terima karena selalu dianggap salah dalam pemberitaan.

Keling mengungkapkan luapan emosinya melalui media WhatsApp yang ditujukan kepada pewarta dutapublik.com, pada Rabu (6/7).

“Ente selalu memberitakan tentang Labansari dan yang mendapatkan mertua ente sendiri ada apa Jenn dan kami harus seperti apa menyikapinya sekarang muncul berita baru padahal itu permintaan dr penerima manfaat kami menanyakan ini mah ada sisa anggaran yg belum abis ibu mau diminta bahan matrial apa lagi trus penerima manfaat minta genteng ditambah salah lagi kita apa bila mengikuti permintaan penerima,” tulis Keling dalam pesan WhatsApp kepada pewarta dutapublik.com, Rabu (6/7).

“Yg obyektif lahh ente Jenn klu mau ngangkat berita. Seolah olah anda mencari mencari hal yg slah dr kami padahal kami bekerja sudah sesuai dgn SOP yg ada. Ketemu ajj Jenn.
Gk usah di hp. lebih enak ngobrolnya.
Kami TDK menghalangi kerja dr media ko. Lebih enk kita ketemu langsung jenn.
Kami paham ke situnya jennn.
Kami ingin ketemu ajj langsung ma sekjen.”

“Sebelum sy ketemu dgn redaksi ada sy pribadi ingin ketemu sekjen dlu.
Waduhh slah paham ada juragan bukan pribadi maksud sy kita ketemu antara situ dan sy bukan bahasa ke pengelola uang negara pak waduhh terlalu jauh anda pak.”

Perlu diketahui bahwa sebelumnya Medan dutapublik.com menerbitkan berita terkait genteng Sisirangan (warna warni) yang terdiri dari genteng baru, genteng lama dan asbes di salah satu penerima manfaat rutilahu di Desa Labansari. Diduga adanya genteng sisirangan ini karena minimnya material genteng yang diberikan oleh pengelola rutilahu Desa Labansari.

Selang beberapa waktu, pengelola rutilahu Desa Labansari mengirim tambahan genteng baru, namun tukang bangunan menolak memasangkan genteng baru jika tidak diberi upah tambahan. (Rahmat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *