Tsunami Covid-19 Gelombang II Di India

628

dutapublik.com – INDIA Negara India merupakan salah satu Negara di Asia Selatan yang memiliki jumlah penduduk di atas satu miliar jiwa. Untuk ukuran benua Asia merupakan yang kedua terbesar setelah Tiongkok.

Pada saat pandemi Covid-19 melanda dunia pada tahun 2020 lalu, India merupakan salah satu Negara yang paling parah terdampak Pandemi Covid-19 dan memaksa Negara tersebut memberlakukan lockdown di beberapa wilayahnya yang terdampak sangat parah.

Pada bulan Maret 2021, India melalui Menteri Kesehatannya mengumumkan, bahwa Negara tersebut sedang dalam ambang kemenangan melawan Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya kasus terinfeksi Covid-19, dari 93 ribu kasus pada saat awal Ngara tersebut diserang wabah Covid-19 pada tahun 2020 lalu, menjadi 11 ribu kasus pada bulan Februari 2021.

Kabar tersebut disambut gembira rakyat India dan mereka yakin bahwa Covid-19 akan segera berakhir di Negaranya. Hingga akhirnya, pada saat perayaan upacara keagamaan umat Hindu yaitu Kumbh Mela pada awal bulan April 2021, jutaan umat Hindu India secara bersamaan datang ke satu titik yaitu Sungai Gangga.

Upacara keagamaan Kumbh Mela adalah ritual mandi bersama umat Hindu di sungai Gangga yang dipercaya akan memberikan keberuntungan dan melenyapkan segala macam penyakit, Kumbh Mela tersebut dilaksanakan setiap 12 tahun sekali.

Pakar kesehatan di India sebenarnya sudah menghimbau agar Pemerintah tidak mengizinkan acara ritual keagamaan Kumbh Mela karena wabah Covid-19 belum benar-benar hilang di India. Namun Pemerintah bersikeras upacara keagamaan tersebut tetap dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan.

Namun yang terjadi, pada upacara tersebut tidak sesuai dengan yang diinginkan, jutaan umat Hindu yang mengikuti upacara Kumbh Mela tidak mengikuti protokol kesehatan. Mereka tidak memakai masker dan tidak ada social distancing.

Akibatnya Pemerintah India harus menanggung akibat dari kebijakannya sendiri, karena seminggu setelah pelaksanaan upacara keagamaan Kumbh Mela, India mengalami lonjakan kasus terinfeksi Covid-19 yang luar biasa.

Dalam beberapa pekan terakhir ditemukan 250 ribu kasus positip Covid-19 setiap harinya. Otoritas kesehatan Negara tersebut dibuat kewalahan dengan banyaknya pasien positip Covid-19. Angka kematian akibat Covid-19 meningkat sangat tajam sehingga banyak jenazah yang ngantri di rumah Krematorium.

Apa yang tengah terjadi di India saat ini sangat mencekam, dan para pakar menyebutnya sebagai Tsunami Covid-19 gelombang kedua.

Terkait hal itu, kita sudah seharusnya belajar banyak dari apa yang kini tengah terjadi di India. Dan agar hal tersebut tidak terjadi di Negara kita, maka kita wajib mengikuti semua anjuran prokes dari Pemerintah.

Dan kita juga wajib mendukung dan mengikuti aturan Pemerintah yang melarang adanya Mudik Lebaran tahun ini. Karena Mudik Lebaran ada kemiripan dengan proses upacara Kumbh Mela di India. Jutaan umat Muslim secara serentak akan menuju ke satu titik untuk berkumpul dan berlebaran dengan keluarga di kampung.

Inilah yang sudah diantisipasi Pemerintah dengan melakukan larangan tegas terhadap pelaksanaan Mudik Lebaran tahun ini. Pemerintah tentunya tidak menginginkan Tsunami Covid-19 yang kini tengah melanda India terjadi di Negara kita. (endang andi/r)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *