UPTD Kebersihan Bekasi Sigap Angkut Sampah Menumpuk di Jalan Raya Tanjungbaru Cipayung

94

dutapublik.com, BEKASI – Pemandangan tak sedap terlihat di sepanjang Jalan Raya Desa Tanjungbaru, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi. Tumpukan sampah plastik yang dibiarkan menumpuk menimbulkan bau menyengat dan membuat pemerintahan desa kewalahan dalam mengatasinya, Jumat (29/08/2025).

Sampah yang tidak terkelola dengan baik ini dikhawatirkan menimbulkan dampak serius, mulai dari masalah kesehatan akibat penyebaran penyakit dan alergen, pencemaran udara, tanah, hingga air. Bahkan, sampah tersebut berpotensi menyebabkan banjir karena menyumbat saluran air.

Ketua KNPI Kecamatan Cikarang Timur, Muhammad Fadli Fauzi atau yang akrab disapa Ahong, memberikan apresiasi kepada UPTD Kebersihan Kabupaten Bekasi yang sigap merespons keluhan warga dengan segera mengangkut tumpukan sampah tersebut.

“Saya apresiasi UPTD Kebersihan yang sudah cepat mengangkut tumpukan sampah di Desa Tanjungbaru. Langkah ini penting untuk menjadi prioritas ke depan,” ungkap Ahong.

Meski begitu, Ahong mengaku telah melakukan langkah pencegahan dengan membuat pagar bambu setinggi tiga meter agar lokasi tersebut tidak lagi dijadikan tempat pembuangan sampah. Namun sayangnya, masih ada oknum warga yang membuang sampah sembarangan, bahkan ada yang menggunakan mobil untuk membuang sampah di lokasi itu.

“Harapan saya, warga Desa Tanjungbaru bisa lebih peduli menjaga lingkungannya. Kebersihan lingkungan berdampak positif bagi kehidupan kita semua,” tegasnya.

Menurut informasi warga sekitar, sampah yang berserakan itu berasal dari berbagai oknum, mulai dari pekerja yang berangkat kerja, pedagang yang hendak ke pasar, hingga warga lain yang sengaja membuang sampah sembarangan.

Tak hanya itu, Ahong juga menyampaikan terima kasih kepada Tim COD LSM Sniper Indonesia yang turut membantu menindaklanjuti persoalan ini ke Dinas Kebersihan Kabupaten Bekasi, sehingga sampah-sampah tersebut akhirnya bisa segera diangkut.

Kepedulian terhadap sampah, kata Ahong, seharusnya tumbuh dari setiap lapisan masyarakat, mulai dari rumah tangga hingga fasilitas publik seperti jalan dan sungai. Prinsip utamanya sederhana: jangan membuang sampah sembarangan, pungkasnya. (SM Migung)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *