Warga Tidak Mampu Di Desa Cipayung Bekasi Luput Dari Perhatian Pemerintah

614

dutapublik.com, BEKASI – Qoulul Fashal atau yang akrab disapa Lulu adalah seorang perempuan warga Kampung Gandaria RT 02/02 Desa Cipayung Kecamatan Cikarang Timur Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kepada awak media dutapublik.com Lulu menceritakan, bahwa dalam kesehariannya keluarganya hidup cukup memprihatinkan. Dengan hanya mengandalkan pendapatan suami sebagai pekerja serabutan yang hasilnya jauh dari kata cukup, ditambah dirinya juga tinggal di rumah yang tergolong sudah tidak layak huni.

Maka atas dasar semua itu dirinya berharap mendapat bantuan program-program bantuan Pemerintah seperti Rutilahu, PKH dan lainnya.

“Bapaknya anak-anak kerjanya cuma seketemunya, bisa makan juga Alhamdulillah, adapun ini rumah warisan dari Orang tua saya yang sudah lama meninggal, beginilah kondisinya butut Bang.”

“Hujan ya kehujanan juga lantainya masih tanah. Dan semasa kedua orang tua saya masih hidup tidak ada bantuan dari pihak pemerintah baik lewat dinas sosial maupun pihak yang lainnya berupa Rutilahu ataupun PKH,” tuturnya, pada Sabtu (5/2).

Lulu mengisahkan, bahwa semenjak orang tuanya masih hiduo sampai sekarang, dirinya ataupun orang tuanya tidak pernah mendapatkan bantuan apapun.

“Sebelumnya kan orang tua, lalu saya sebagai anaknya yang sudah berumah tangga pun tetap tidak ada bantuan PKH ataupun bantuan lainnya dari pemerintah Kabupaten Bekasi. Dulu Sempat sih Pak RT di sini meminta poto copy KK dan KTP, infonya sih buat bantuan. Itu waktu tahun 2021, tapi sampai hari ini saya gk dapat satupun bantuan,” ungkapnya.

Ketika media dutapublik.com mengkonfirmasi kepada Ketua LPM Desa Cipayung Kang Ujang Ali Mardani perihal tak kunjungnya bantuan Rutilahu untuk Rumahnya Almarhum Ibu Rosmi (Ibunda Lulu).

Ujang menuturkan, bahwa pernah tahun 2021 rumah atas nama Alamarhum Ibu Rosmi diajukan untuk bantuan Rutilahu tetapi dengan terbatasnya kuota yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Bekasi untuk Desa Cipayung, maka rumah Almarhum ibu Rosmi tidak termasuk.

“Kuota yang diberikan oleh pemerintah Kabupaten Bekasi untuk Desa Cipayung hanya 15 rumah. Sementara yang diajukan oleh Pemdes Cipayung kurang lebih 150 rumah yang harus dibedah,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nasem, selaku Bendahara dari LSM KOMPAK KOALISI DPD Kabupaten Bekasi menambahkan, dalam hal yang terjadi tersebut dirinya berharap untuk pihak pemerintah khususnya di sini Pemkab Kabupaten Bekasi harus lebih tepat sasaran kepada masyaraktnya dalam program-program seperti Rutilahu, BPNT dan yang lainya.

“Seyogianya program Rutilahu, BPNT ataupun PKH di Kabupaten Bekasi, khususnya di Desa Cipayung saya ketahui ini harus menjadi Prioritas, benar-benar tepat sasaran dan kami punya data masih ada masyarakat lanjut usia ataupun kategori miskin tidak dapat bantuan.”

“Di sini kami meminta kepada pihak sosial yang ada agar secepatnya memberikan bantuan ke Ibu Lulu dan kepada Pemerintah Kabupaten Bekasi khususnya Dinas sosial untuk benar-benar mendata dan survai ke warga, agar program ini tepat sasaran. Bukan tidak mungkin di Di desa yang lain pun ada yang mengalami seperti Ibu Lulu ini,” pungkasny. (Adi S)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *