Wartawan Korban Penganiayaan Benarkan Bupati Karawang Nangis-Nangis Memohon Dirinya Terima Uang Damai

1652

dutapublik.com, KARAWANG – Wartawan korban penganiayaan oleh Oknum ASN di Pemkab Karawang, Junot Gumilar memberikan klarifikasinya dalam konferensi pers di Rumah Presisi Polres Karawang, Senin (26/9).

Dalam konferensi pers tersebut Junot menerangkan bahwa dirinya dipaksa menerima uang damai senilai puluhan juta dari utusan penguasa. Bahkan kata Junot ia juga mengaku dimohon langsung oleh Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana sambil nangis-nangis untuk menerima uang damai.

Berikut pengakuan Junot dalam konferensi pers tersebut:

Nah di situ pun dengan iming-imingi kemudian ada bahasa ya adu domba antara saya dengan teman-teman, ada ya mungkin di situ saya ada krisis kepercayaan makanya saya mengcounter teman-teman saya dulu dan di situ dipaksa dari 50 hingga 75 juta.

Ada bahasa pak kalau misalkan terima (uang) ini saya harus gimna tanggung jawab saya terhadap teman-teman saya, terhadap masyarakat Karawang termasuk teman-teman aktivis, teman-teman satu profesi di wartawan ini, udah tenang Junot geser dari Karawang satu minggu atau dua minggu mau ke Semarang mau ke Jogja silahkan.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Penganiayaan Wartawan Oleh Kakon Way Nipah Masuki Tahapan Awal Di Polres Tanggamus

Tidak lama dari itu ada komunikasi melalu Video call dengan penguasa (Ibu Cellica). Karena saya mengetahui betul pakaian yang saya lihat di dalam Video call tersebut ketika di dalam Video call tersebut beliau memohon kepada saya sambil menangis bahwa apa yang telah terjadi terhadap saya dengan orangnya dia pejabatnya dia ini banyak ditunggangi oleh politik disitu saya menyadari betul iya terlepas dari itu mohon maaf perlakuan dari pejabat itu sudah menyakiti saya menyakiti orang tua saya menyakiti teman-teman saya dan di situ saya masih tetap tidak terima.

Saya katakan seperti itu di situ beliau pun sempat menangis di dalam panggilan Video call tersebut, (ia) meminta maaf kepada saya hampura kang Junot kamu juga sering mengkritisi saya aku juga minta maaf yang sebesar-besarnya sama keluarga kamu ibu kamu nenek kamu, artinya di situ penguasa tersebut sudah tahu keluarga saya siapa saja nah disitu saya ditanya gimana bang Fery kalau saya harus damai biarin itu urusan aku, gimana lawyer saya biarin itu urusan aku kata penguasa tersebut.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *