Ziarah Ke Makam Syekh Quro Pulobata, Kiai Ilyas: Saya Prihatin Lihat Keadaan Lingkungannya

860

dutapublik.com, KARAWANG – Syekh Hasanudin atau yang dikenal dengan Syekh Qurotul ‘Ain atau Syekh Quro, adalah seorang ulama besar yang datang dan menjadi pelopor peyebar ajaran Islam di tanah Jawa khususnya di Kabupaten Karawang.

Berdasarkan tulisan sejarah dan keterangan dari beberapa sumber yang bisa dipercaya, bahwa Makam Syekh Quro terletak di Pulobata Desa Pulokalapa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Bukti itu diperkuat dengan banyaknya Peziarah yang datang ke Makam Syekh Quro untuk melakukan ziarah kubur dan Tawasul. Diketahui, Peziarah tersebut datang dari seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Salah satu Peziarah tersebut, yaitu KH. M. Ilyas, selaku keluarga dari pendiri Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, pada Senin (21/2) sekira pukul 03.00 WIB, berkunjung ke Makam Syekh Quro. Namun, sebelumnya Kiai Ilyas menyempatkan ziarah ke Makam Raden Soemaredja (Ayah Djiin), selaku Sang Penemu Makam Syekh Quro.

Usai melangsungkan silaturahmi dan Tawasul di Makam Syekh Quro, Kiai Ilyas menuturkan, bahwa Syekh Quro adalah Wali Allah dan ulama besar yang sudah dikenal seantero Nusantara.

“Subhanallah, Syekh Quro adalah Ulama Besar, Wali Allah dan Wali Negara Indonesia juga. Bahkan Kemasyhuran Beliau diakui juga di luar Negara Indonesia,” katanya kepada media dutapublik.com.

Namun, lanjut Kiai Ilyas, melihat kondisi fisik bangunan Makam Syekh Quro dan lingkungan sekitarnya, dirinya merasa prihatin.

Keteragan Gambar 2: KH. M. Ilyas (Tengah) Dan Nendi Wirasasmita (Kiri), Saat Di Makam R. Soemaredja (Ayah Djiin)

“Saya sangat sangat prihatin sekali melihat kondisi bangunan dan lingkungan Makam Syekh Quro. Seharusnya pihak pemerintah baik Pusat maupun Daerah, harus memberikan perhatian lebih. Karena ini adalah merupakan Situs atau Cagar Budaya Negara Indonesia loh,” ujarnya.

Seharusnya menurut Kiai Ilyas, pengelolaan Makam Syekh Quro itu harus diperbaiki sistemnya dengan menggunakan manajemen maju tanpa merusak tatanan keasliannya.

“Coba lah kepada pihak terkait di lingkungan internal Pemdes Pulokalapa khususnya agar lebih peduli, benahi sistem pengelolaannya dan perbaiki SDM pihak yang ada. Ini adalah wisata religi dan bukan tempat parawisata. Orang yang datang ke sini itu kan orang yang akan Mahabbah dengan wasilah dari Syekh Quro, bukan orang yang akan melakukan rekreasi,” ungkapnya.

Dirinya menyarankan agar pihak Pemdes dan pihak terkait lainnya untuk membuat terobosan yang nantinya akan menarik perhatian pihak Pemerintah Daerah maupun Pusat.

“Saya sarankan nih, nanti pada saat acara Haol, Maulid Nabi dan lainnya, coba adakan Tabligh Akbar dengan mengundang penceramah yang bobotnya lebih. Sehingga keberadaan Makam Syekh Quro bisa langsung mendapatkan perhatian dari Pemerintah,” imbaunya.

Dirinya menegaskan, siap membantu para pihak terkait di Makam Syekh Quro untuk mewujudkan rencana tersebut, agar manajemen pengelolaannya bisa menjadi manfaat lebih bagi warga setempat.

“Jangan berebut dan jangan serakah. Benahi SDMnya dulu, agar manajemen bisa dirasakan manfaatnya oleh warga setempat. Tuh lihat, di sini banyak warga yang jualan loh, seharusnya jika manajemennya bagus itu pemilik warung bisa mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap agar timbulnya kesadaran dari para petugas, warga setempat dan pihak pemerintah untuk menjaga, membangun dan melestarikan Makam Syekh Quro tersebut. (Iwan Ridwan)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *