Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Kaloorantawaya Maksimalkan Pelayanan Saat Libur Imlek dan Jelang Ramadhan 2026

80

dutapublik.com, MINAHASA – Hari pertama libur cuti bersama dalam rangka Hari Raya Imlek dan menjelang Puasa Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan SPPG Kaloorantawaya untuk memaksimalkan pelayanan pendistribusian Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada sekitar 1.635 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Hal tersebut disampaikan Penanggung Jawab/Pengelola Mitra BGN SPPG Kaloorantawaya Desa Pinabetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat, Ny. Selvi Mewengkang, kepada awak media Dutapublik, Senin (16/02/2026) siang.

Sebagai dapur pertama penyaluran MBG di wilayah Tompaso Raya, Kawangkoan, dan sekitarnya, pihaknya berkomitmen mendukung program Presiden Prabowo Subianto melalui penyediaan makan bergizi bagi siswa TK, SD, SMP, SMA, dan SMK di wilayah tersebut.

Ny. Selvi menjelaskan, selama masa liburan sekolah, pendistribusian MBG tetap berjalan dan difokuskan kepada kategori B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita), dengan total sekitar 143 penerima manfaat.

“Untuk pekan sebelumnya, kami juga telah mendata guru-guru penerima MBG sebanyak 299 KPM. Sementara untuk siswa, pendistribusian akan kembali dilanjutkan pekan depan setelah cuti bersama berakhir,” ujarnya.

Ahli gizi SPPG Kaloorantawaya Desa Pinabetengan Utara, Kecamatan Tompaso Barat, Kabupaten Minahasa, menambahkan bahwa selama masa liburan, dapur tetap memaksimalkan layanan tambahan makan bergizi untuk kategori B3. Menu yang disiapkan meliputi telur, susu, buah, serta makanan dengan komposisi gizi seimbang.

Diketahui, jumlah penerima manfaat kategori B3 di empat desa mencapai 143 KPM, guru sebanyak 299 KPM, dan siswa sebanyak 1.635 KPM.

Meski dalam masa libur sepekan, karyawan, tim relawan, dan staf tetap menjalankan aktivitas menjaga kebersihan dapur SPPG Kaloorantawaya.

“Kebersihan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memenuhi standar higiene tinggi untuk menjamin keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk area bersih dan bebas hama, pengelolaan limbah tertutup, serta alur produksi yang tertata rapi,” tegasnya.

Ia menambahkan, standar operasional prosedur (SOP) mencakup sanitasi peralatan masak, kebersihan diri petugas, serta pemeriksaan rutin guna mencegah terjadinya kontaminasi. (Effendy)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *