Wabup Madina Atika Azmi Pantau Harga Bahan Pokok Sambil Belanja di Pasar Laru Tambangan

52

dutapublik.com, MADINA – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina), Atika Azmi Utammi Nasution, memanfaatkan momen sebelum kegiatan penyantunan anak yatim di Kelurahan Pasar Laru, Kecamatan Tambangan, dengan berbelanja di pasar setempat sekaligus memantau harga bahan pokok dan bahan penting lainnya, Rabu (11/3/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Atika didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Afrizal Nasution, Kepala Dinas PUPR Akhmad Faizal, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Rully Andriady, Kepala Dinas Perpustakaan Khairunnida, Kepala Bapenda Ahmad Yasir Lubis, Kepala Dinas Kominfo Rahmat Hidayat Dalimunthe, serta Kabag Kesra Bahruddin Juliadi.

Berdasarkan pantauan di pasar tradisional tersebut, Atika membeli beberapa kebutuhan sekaligus berdialog dengan para pedagang mengenai fluktuasi harga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah aktif memantau harga bahan pokok di pasar.

“Ada fluktuasi harga, terutama pada komoditas cabai yang naik sekitar Rp2.000 hari ini dibandingkan minggu lalu. Begitu juga dengan bawang merah yang mulai mengalami kenaikan. Sementara tomat masih tetap Rp10.000, dan harga ayam juga mulai meningkat,” ujarnya.

Menurut Wabup Atika, kenaikan harga tersebut masih dalam batas yang wajar dan terjangkau oleh masyarakat. Ia menilai kondisi ini lumrah terjadi karena meningkatnya permintaan pasar menjelang hari besar keagamaan.

“Namun hukum ekonomi tetap berjalan. Ketika suplai sedikit sementara permintaan tinggi, tentu harga akan mengalami kenaikan,” jelasnya.

Atika menambahkan, hasil pemantauan tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal untuk menentukan langkah intervensi pasar jika diperlukan.

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah agar harga kebutuhan pokok, meskipun mengalami kenaikan, tetap berada dalam batas keterjangkauan masyarakat,” tuturnya.

Dari hasil pemantauan di lapangan, Wabup Atika juga memperoleh informasi bahwa harga ikan asin mengalami lonjakan cukup signifikan. Ia menduga kondisi tersebut dipengaruhi oleh bencana yang terjadi pada akhir tahun lalu hingga awal tahun ini. “Kemungkinan juga ada nelayan yang beralih profesi atau sementara waktu memilih menjaga keluarga agar terhindar dari potensi bencana yang mungkin masih terjadi,” pungkasnya. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *