Harumkan Nama Blora Di Tingkat Nasional, Namun Sang Juara Hanya Tidur Di Sebuah Mesjid

3143

dutapublik.com, BLORA – Pada tanggal 28 Nopember s.d. 1 Desember 2021, telah dilaksanakan Lomba Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi Tahun 2021 Tingkat Nasional, bertempat di Hotel Holiday Inn Kemayoran, Jakarta.

Dari sekian peserta yang mengikuti lomba, diantaranya adalah Dewi Nurhalimah, S.S.I., sebagai peraih juara 2 dalam perlombaan tersebut dan Dewi merupakan salah satu Guru di Madrasah Khozinatul Ulum yang ada di Kabupaten Blora,

Untuk mengikuti lomba tersebut, Dewi mempersiapkan semua persyaratan yang diminta, mulai dari Karya Tulis, Slide Info Grafis, Porfotolio, Mengisi Formulir dan Surat Rekomendasi Kemenag Kabupaten Blora.

Untuk menyiapkan semua persyaratan, Dewi mengakui bahwa dirinya dikejar deadline pendaftaran, karena pendaftaran akan ditutup pada 30 Oktober 2021.

“Alhamdulillah ngirim berkas pas deadline 30 Oktober 2021, deadline pukul 21.00 WIB, saya ngirim sekitar pukul 20.00 WIB. Soalnya Maghrib baru dapat Surat Rekomendasi dari Kepala Bagian Kemenag Kabupaten Blora,” ungkap Dewi kepada media dutapublik.com, pada Jumat (3/12).

Dikatakan Dewi, dirinya sempat tidak mengharap lolos karena berkas dikirim sudah hampir mepet waktu deadline.

“Ngurus surat rekomendasi ke Pak Himam Penma Kemenag Kabupaten Blora, saya chat beliau hanya dibaca doang tidak dibalas, ini nyesek padahal beliau online. Alhamdulillah atas saran Pak Amin disuruh ke pengawas saya.”

“Ke pengawas yang baik hati, Bu Juwarmi langsung dimintakan Rekomendasi ke Kepala Bagian Kemenag Kabupaten Blora. Alhamdulillah Maghrib surat rekomendasi jadi, Maturnuwun Bu Pengawas dan Pak Kepala Bagian Kemenag Kabupaten Blora,” urainya.

Akhirnya perjuangan Dewi tersebut membuahkan hasil yang luar biasa, karena Dewi menjadi Juara dalam lomba tingkat nasional tersebut.

Namun perjuangan Dewi untuk menjadi Juara dan sekaligus untuk mengharumkan nama Kabuaten Blora, sangatlah memprihatinkan. Karena sebagai Juara, Dewi tidak mendapatkan perhatian spesial dari Pemerintah Kabupaten Blora ataupun dari Kemenag Kabupaten Blora.

Sehingga Sang Juara Lomba Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Berprestasi Tahun 2021 Tingkat Nasional itu harus tidur di sebuah Masjid akibat tidak ada perbekalan akomodasi yang mencukupi.

“Tambah nyesek lagi pas tahu ada sebagian temen pada disupport daerah dan dapat Sangu (Akomodasi_red). Diriku cuman dari sekolahan dan modal sendiri dari tabungan. Memang sih Akomodasi ditanggung sama Pemerintah Pusat, mulai Ahad pukul 12.00 WIB sampai selesai, tapi sampai sana kan berangkat Sabtu, sampai sana sekitar pukul 03.00 WIB, kalau mau check in sendiri bayar sehari 850 ribu.”

“Saya akhirnya tidur di Mesjid, karena bekal uangku sedikit, sebelum check in di Hotel yang disediakan oleh panitia. Alhamdulilah saya juara. Semua atas izin Allah SWT,” tuturnya.

Atas prestasi luar biasa yang diraihnya, Dewi mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dirinya.

“Terima kasih Ibu dan Bapak Ku yang menjadi inspirator sekaligus guru pertama Ku. Tanpa didikan Bapak dan Ibu, aku bukanlah siapa siapa. Terima kasih Abah KH. Muharroh Ali dan Ibu Nyai Hj. Umi Hanik selaku pengasuh Yayasan Khozinatul Ulum Al Amin. Semua prestasi saya selama menjadi guru adalah bakti saya untuk Madrasah Khozinatul Ulum.

Terima kasih Pak H. Nur Rokhim selaku Kepala Madrasah dan Pak Muhtarom, Terima kasih Abah Khusnul Maat, Mamah Sany, Mas R, dll yang tidak bisa disebutkan satu persatu,” ucapnya.

Prestasi yang Dewi Nurhalimah, S.S.I. raih adalah prestasi yang sangat luar biasa untuk membuat harum nama Kabupaten Blora di Tingkat Nasional dalam dunia Pendidikan. Namun, yang menjadi miris adalah Sang Juara tersebut harus tidur di sebuah Mesjid, akibat tidak adanya akomodasi dan perhatian dari Pemkab Blora. (Ysn)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *