dutapublik, BEKASI – Lurah Sertajaya M. Toha, S.Pd., M.M., tinjau pembangunan 6 unit rumah dalam program Rutilahu atau program Bebenah (Bekasi Bedah Rumah) di Kampung Rawabangkong Baru, RT. 002/009, Kelurahan Sertajaya, Kecamatan Cikarang Timur, Rabu (29/6).

Lurah Sertajaya Saat Menyerahkan Bantuan Cat Tembok Kepada KPM Program Bebenah
Dalam program Bebenah yang ia kunjungi dalam rangka untuk melihat hasil kinerja jajarannya sekaligus memastikan pembangunan berjalan sesuai harapan. Selain itu M. Toha juga diketahui membagikan cat tembok 5 kilo untuk tiap KPM (Keluarga Penerima Manfaat).
“Saya, sebagai Lurah berterima kasih atas program sinergitas yang luar biasa ini, adapun untuk cat tembok yang kami bagikan tentunya itu bentuk bantuan terpisah dari pihak kelurahan,” ujarnya.
Kesejahteraan masyarakat, lanjut M. Toha menjadi tanggung jawab semua pihak baik Kelurahan, Pemerintah Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pemerintah Pusat .
Menurutnya, program ini menjadikan masyarakatnya merasa terbantu dan terlayani. “Sebetulnya untuk tahun ini Sertajaya dapat 20 bantuan dari Program Bebenah ini, namun dibuat menjadi dua gelombang. Dan gelombang pertama sepuluh titik dulu, enam di Kampung Rawabanhkong Baru, sisanya di Kampung Kobak Bitung,” terangnya.
Ia menambahkan, Program Bebenah membuat masyarakat Sertajaya bahagia. “Bahkan atensi dari masyarakat bertambah loh,” jelasnya.
Dalam tinjauan pembangunan ini, Lurah Sertajaya didampingi oleh Bhabinkamtibmas Sertajaya Asep Mulyadi, Babinsa Sertajaya Ambar Prawoto dan Hendrik S.E., selaku anggota LPM juga Adang selaku ketua RT setempat.

Nenih KPM Program Bebenah Saat Menerima Bantuan Cat Tembok Dari Kelurahan Yang Diwakili Oleh Anggoya LPM Kelurahan Sertajaya, Hendri
Nenih, seorang ibu rumah tangga yang mendapat bantuan program Bebenah mengucapkan terima kasih dan mendoakan Lurah M. Toha dan semua pihak yang sudah membantunya. “Semoga Allah menggantikan dengan pahala yang berlipat,” ujarnya.
Uniknya, ketika dutapublik.com, melihat rumah Nenih yang kini dinilai mewah dan jauh melebihi dari RAB, Nenih mengakui, lalu menjelaskan bahwa tambahan biayanya hasil dari tabungan yang dimulai saat dirinya mengajukan, terlebih ia juga dibantu sanak keluarga maupun tetangga-tetangganya.
“Aneh ya bang, ya aneh memang kalau murni dari bantuan engga mungkin seperti ini, paling kotak doang, gak ada kamar-kamarnya masa iya saya tidur bareng sama anak-anak saya yang udah pada gede,” jelasnya.
Adapun bisa bagus seperti ini, merupakan hasil dari tambahan uang tabungannya selama awal pengajuan dan bantuan saudara-saudaranya juga dari suami, ujar Nenih yang merupakan istri dari seorang buruh harian lepas ini.
Nenih juga menceritakan, sebelumnya pada saat pengajuan dirinya diingatkan oleh ketua RT bahwa kalau ingin lebih bagus dari gambar yang ada, tentunya Nenih beserta suaminya mesti menambahkan dari koceknya sendiri.
Dalam kesempatan yang sama Hendrik menambahkan, dirinya selaku LPM merasa senang dikarenakan masyarakat Kelurahan Sertajaya cukup kompak hingga beberapa diantaranya pembangunan rumah yang telah rampung maupun belum namun semua bisa terlihat lebih bagus dari gambar. (Rahmat)





