Anggota Komisi E DPRD Jatim Suli Da’im Minta Polemik Muhammadiyah Sampang Diselesaikan Melalui Jalur Hukum

0

dutapublik.com, SURABAYA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Dr. H. Suli Da’im, M.M., P.Ma., menyayangkan aksi massa yang mendatangi Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Karangpenang, Kabupaten Sampang.

Menurutnya, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kerukunan. Karena itu, setiap persoalan hendaknya diselesaikan melalui jalur hukum dan dialog, bukan dengan tekanan massa.

“Saya menyayangkan terjadinya aksi massa yang mendatangi Sekretariat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karangpenang, Kabupaten Sampang. Jawa Timur selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki tradisi keagamaan yang kuat sekaligus menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kerukunan,” ujar Suli Da’im dalam keterangan resminya, Kamis (30/7/2026).

Suli Da’im mengapresiasi langkah aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang berhasil menjaga situasi tetap kondusif sehingga tidak terjadi tindakan anarkis. Menurutnya, kondisi yang aman merupakan modal utama dalam menjaga persatuan dan keharmonisan masyarakat.

Ia juga menegaskan pentingnya menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan akibat suatu pernyataan atau ceramah, penyelesaiannya harus ditempuh melalui mekanisme hukum yang berlaku.

“Sebagai negara hukum, kita harus menghormati proses hukum yang sedang berlangsung. Setiap bentuk intimidasi, ancaman, maupun upaya menekan pihak tertentu tidak dapat dibenarkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Suli Da’im menyampaikan bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang selama lebih dari satu abad telah memberikan kontribusi besar di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat. Di sisi lain, ulama dan pesantren juga memiliki peran penting dalam membangun moral serta kehidupan keagamaan bangsa.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen umat Islam untuk terus menjaga hubungan yang harmonis dengan mengedepankan tabayun, ukhuwah Islamiyah, serta sikap saling menghormati.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menahan diri, tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dapat memperkeruh suasana, serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Mari kita percayakan penyelesaian perkara kepada aparat penegak hukum secara profesional, adil, transparan, dan tanpa intervensi dari pihak mana pun,” ajaknya.
Selain itu, Suli Da’im mendorong para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), serta seluruh elemen masyarakat untuk membuka ruang dialog yang sejuk, konstruktif, dan mengedepankan semangat persaudaraan.

“Dakwah sejatinya menghadirkan rahmat, mencerdaskan umat, dan memperkuat persaudaraan, bukan melahirkan permusuhan. Semoga peristiwa ini menjadi pelajaran berharga agar kita semakin mengedepankan kedewasaan dalam berdemokrasi serta menjaga persatuan bangsa di atas kepentingan kelompok mana pun,” pungkasnya. (Muh Nurcholis)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *