dutapublik.com, KARAWANG – Terkait dugaan terjadinya TPPO (Tindak Pidana Perdagangan Orang) dengan Dea Sahara sebagai korban wanita asal Cilebar Kabupaten Karawang memunculkan polemik lanjutan. Pasalnya, Haji Entang yang disebut Wati (Sponsor TKW Ilegal) sebagai pihak yang bertanggung jawab sepenuhnya dengan keberangkatan Dea Sahara, mengaku tidak terima.
Haji Entang yang juga aktifis PMI (Pekerja Migran Indonesia) dalam lembaga FPMI (Forum Perlindungan Migran Indonesia) Kabupaten Karawang mengaku tidak pernah merasa dikonfirmasi oleh awak media dutapublik.com
Haji Entang mengaku tidak terima dan akan menuntut wartawan terkait PMI Dea Sahara, pemberitaan tersebut dianggapnya tidak punya etika.
Terkait pemberitaan yang sudah dipublish oleh media dutapublik.com, ia anggap salah dan dia merasa belum pernah dikonfirmasi oleh media dutapublik.com.
Lalu Haji Entang menjelaskan bahwa ia tidak ada kaitannya sama sponsor (Wati) dan sekarang ia sudah memfasilitasi tiket untuk kepulang Desa Sahara.
“Tiketnya udah ada tanggal 28 nanti bulan Juli, kan (Dea) bukan balik ke Surabaya Jakarta, Jakarta ke Surabaya, Irian ke Jakarta harus proses dulu,” ujarnya.
Perlu diketahui beberapa waktu lalu, awak media dutapublik.com, sudah mengkonfirmasi Haji Entang terkait tudingan Wati yang menyebut Haji Entang sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam keberangkatan TKW Ilegal atas nama Dea Sahara ke negara tempatan.
Namun bukannya, jawaban atas konfirmasi, awak media dutapublik.com malah balik diancam akan diludahi, selain itu salah satu awak media dutapublik.com juga difitnah sebagai tukang tipu oleh Haji Entang. (Rahmat)





