Beras BPNT Desa Malongpong Berkutu Dan Pera, TKSK Maja: Suppliernya Saya Tidak Tahu

1106

dutapublik.com, MAJALENGKA – Polemik Beras BPNT di Desa Malongpong Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang berkutu dan pera, akhirnya mendapat jawaban dari Dede Hendrano Juanda, selaku Kepala Desa Malongpong.

Ketika dikonfirmasi awak media dutapublik.com di ruang kerjanya, Kuwu Dede sapaan akrabnya menjelaskan, bahwa untuk penyaluran Beras BPNT periode Desember 2021, diambil langsung dari penggilingan beras dan bukan dari Supplier.

“Awal Desember 2021 itu, kita dapat instruksi dari TKSK untuk segera pesan beras. Tapi sampai tanggal dua puluhan beras belum disalurkan juga oleh Supplier,” ujarnya, pada Selasa (25/1).

Setelah dikonfirmasi ulang kepada TKSK Maja, lanjut Dede, kemudian di group WA ada instruksi agar dirinya mencari beras sendiri dikarenakan memang stok beras pada saat itu langka.

“Karena ada instruksi seperti itu, saya akhirnya memesan beras kepada salah satu penggilingan beras. Itu padahal dadakan giling Pak, bukan beras lama,” terangnya.

Hal senada dikatakan oleh LP, dirinya menerangkan bahwa Asep selaku TKSK Maja susah untuk dihubungi untuk meminta solusi terkait beras BPNT untuk Desa Malongpong yang tak kunjung dikirim oleh pihak Supplier.

“Kami sudah pesan PO, namun sampai tanggal 25 Desember 2021, beras belum dikirim juga, sedangkan tanggal 30 Desember beras harus sudah disalurkan ke KPM. Saya sudah coba kirim pesan WhatsApp ke Pak Asep namun tak dibalas dan saya coba telpon juga tak pernah diangkat,” ungkapnya.

lanjutnya, Ia dapat informasi dari salah satu agen e-warong berinisial N, bahwa untuk menangani kelangkaan beras tersebut, Ia diperintahkan agar mencari beras pengganti sendiri.

“Saya coba komunikasi dengan N, saya mengeluh kenapa beras belum dikirim juga oleh Supplier. Sedangkan untuk pesan beras semuanya lewat Pak Asep sebagai TKSK Maja. Namun, saya menghubungi Pak Asep beberapa kali tidak pernah direspon,” bebernya.

Sementara Asep, selaku TKSK Maja ketika dikonfirmasi media dutapublik.com melalui sambungan telpon selulernya menjelaskan, bahwa pihaknya tidak memberikan instruksi kepada yang bersangkutan untuk mencari beras pengganti.

“Kami tidak pernah memberikan instruksi kepada Kades Malongong untuk mencari beras pengganti. Memang diakui saat itu ada kelangkaan stok beras Kang,” terangnya.

Namun, ketika dipertanyakan terkait siapa Supplier yang bertanggung jawab akan penyaluran beras BPNT di Desa Malonpong, Ia menyatakan tidak tahu.

“Untuk Suppliernya saya tidak tahu, karena memang banyak yang saya urusin Kang. Apalagi pada periode bulan Desember 2021 itu, kan ada rapelan tahapan,” kata asep kepada media dutapublik.com.

Atas kejadian tersebut, ada hal yang mengherankan, yaitu kenapa seorang TKSK tidak mengetahui Supplier program BPNT di wilayah kerjanya sendiri.

Padahal, berdasarkan informasi yang dihimpun, bahwa Desa di Kecamatan Maja mengajukan PO kepada Asep, selaku TKSK Maja yang kemudian Asep akan menyampaikan PO tersebut kepada Supplier.

Menurut informasi lainnya, bahwa Asep pun diduga bekerja sama dengan pihak Supplier guna menyuplai kebutuhan beras BPNT baik di Kecamatan Maja sendiri maupun di luar Kecamatan Maja. (Tengku Syafrudin/Heri Susanto)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *