dutapublik.com. – MINAHASA Kepala Cabang Bank Rakyat Indonesia Tondano I Gede Mahendra Putra, menanggapi himbauan Bupati Royke, agar BRI Cabang Tondano menambah petugas dalam melayani penerima BPUM.
Menurut Pimpinan Cabang (Pimcab) BRI Tondano Gede Mahendra Putra Mahendra, pada Jumat (30/4), untuk petugas di BRI Tondano yang membawahi tiga Kab/Kota ini telah melakukan pelayanan yang maksimal dengan melayani masyarakat penerima BPUM di kantornya tersebut.
“Kami sudah melaksanakan tugas sesuai sistem, karena disitu ada user yang bertanggung jawab melekat berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP),” jelasnya.
Namun demikian, lanjutnya, diyakini dua bulan kedepan pelayanan BPUM untuk tahap pertama ini akan selesai.
“Kami berusaha untuk menghindari kerumunan dan bersyukur atas support dari Pemerintah Daerah (Pemda) Minahasa, karena sudah menyediakan tempat untuk kami gunakan sebagai penampungan antrian sementara,” tambahnya.
Selain itu, kami juga sudah menjadwal antrian untuk pelayanan Banpres Usaha Mikro (BPUM) dan ditargetkan perhari sebanyak 250 orang. Itu baru satu unit kerja, belum lagi di unit-unit kerja yang lain.
“Total 51 ribu orang pelayanan BPUM ditahap pertama termasuk juga yang berada di unit-unit lain dan target kami kedepan, kurang lebih dua bulan sudah selesai,” tukas Mahendra.
Ditambahkannya, dengan adanya sistem antrian ini (250 orang setiap hari,red) dapat terlayani semua. Dan berharap dapat meminimalisir kerumunan sekaligus mempercepat pelayanan BPUM kepada masyarakat yang ada di kabupaten Minahasa Sulut.
“Intinya kami sudah melaksanakan tugas sesuai SOP dan menghimbau agar masyarakat dapat menjaga jarak dan jauhi kerumunan serta mematuhi protokol kesehatan,” pungkasnya.
Sementara itu Bupati Minahasa Dr. Ir. Royke O Roing, M.Si., saat melakukan inspeksi ke BRI Cabang Tondano terkait instruksi Bapak Presiden Joko Widodo agar memantau pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) secara disiplin untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Saya ingin melihat dari dekat pelaksanaan pelayanan BRI Cabang Tondano, sekaligus menghimbau masyarakat yang datang tetap menerapkan protokol kesehatan,” ucap Bupati ROR.
Kepada pihak BRI Tondano pun dapat mengatur sedemikian rupa agar antrian tidak padat namun masyarakat tetap dapat terlayani terutama terkait penyaluran bantuan-bantuan Pemerintah.
Bupati Royke berharap agar Prokes tetap dikedepankan dalam pelayanan apapun baik di lembaga Pemerintah maupun swasta.
“Kita tidak ingin ada cluster baru Covid 19, makanya Prokes harus benar-benar dipatuhi dan ditaati dalam melaksanakan pelayanan apapun,” tegas Bupati ROR. (Effendy V .Iskandar)





