dutapublik.com, MADINA – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution membuka Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di halaman MTs Swasta Nahdlatul Ulama Batahan, Jl. Lintas Batahan–Natal No. 03, Desa Sari Kenanga, Kecamatan Batahan, pada Sabtu, 22 November 2025.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 21–23 November 2025, ini dihadiri sekitar 1.500 kepala sekolah dan guru. Cabang olahraga yang dipertandingkan mencakup voli, tenis meja, bulutangkis, dan tarik tambang. Sementara untuk seni meliputi vokal solo dan tari kreasi.
Di hadapan para guru, Bupati Saipullah memaparkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sektor pendidikan di Bumi Gordang Sambilan. Ia juga menyebutkan bahwa APBD 2026 mengalokasikan sekitar Rp750 miliar untuk pendidikan.
“Di Mandailing Natal, anggaran pendidikan, kalau saya tidak salah, di 2026 ini kurang lebih 750 miliar. Jika dimanfaatkan dengan baik, meski belum sempurna, insyaallah bisa mencukupi,” ujarnya.
Bupati Saipullah menambahkan bahwa Pemkab Madina tengah mencanangkan pembentukan sekolah unggulan di setiap kecamatan. Pemerintah daerah juga telah berdiskusi dengan sejumlah yayasan pendidikan, termasuk Matauli di Sibolga.
“Ini pekerjaan berat, tidak mudah. Namun jika kita ingin menjadikan Madina sebagai lumbung sumber daya manusia unggul, langkah ini harus dilakukan bersama-sama,” katanya.
Ia mengaku selalu memantau informasi dan pemberitaan terkait dunia pendidikan. Meski kadang berisi kritik terhadap pemerintah, menurutnya hal itu penting sebagai bahan evaluasi.
“Dari situ bisa dilihat mana yang perlu diperbaiki,” sambungnya.
Saipullah menegaskan bahwa berbagai langkah penguatan sektor pendidikan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya poin keempat. Ia juga mengingatkan para guru agar terus meningkatkan kompetensi di tengah kemajuan teknologi yang sangat cepat.
“Menambah ilmu sekarang tidak sulit. Bapak–Ibu bisa gunakan handphone, banyak Artificial Intelligence yang bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kapasitas,” pesannya.
Kepala Dinas Pendidikan Muhammad Faisal Situmorang mengapresiasi keputusan PGRI Madina yang melaksanakan Porseni di Kecamatan Batahan.
“Keputusan ini strategis dan menunjukkan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten,” ujarnya.
Faisal berharap cabang olahraga dapat meningkatkan kapasitas, disiplin, dan kerja keras guru, sementara seni dapat menumbuhkan kreativitas, kepekaan, dan kecintaan pada budaya daerah. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan di Batahan juga membuka akses pengalaman baru dan mendukung pemerataan pembangunan.
Ketua PGRI Madina, Defrion Chaniago, memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan aspirasi para guru, termasuk isu intimidasi dan kriminalisasi tenaga pendidik. Ia menyebutkan sejumlah daerah telah memiliki Perda Perlindungan Guru, sehingga pihaknya berharap hal yang sama dapat diterapkan di Madina.
“Kami berharap, Bapak Bupati, ke depan kita punya Perda agar kami mengajar lebih tenang dan bersemangat,” ucapnya.
Ia juga mengeluhkan keterlambatan penggajian yang kerap menyulitkan guru di awal bulan.
“Gaji kami kalau bisa keluar tanggal 1. Karena biaya kuliah anak–anak biasanya harus masuk tanggal 1 atau 2,” jelasnya.
Defrion juga berpesan kepada para guru dan kepala sekolah untuk terus meningkatkan kemampuan, kapasitas, dan disiplin kinerja.
Dalam kegiatan ini, Bupati Saipullah turut didampingi Pj. Sekda Sahnan Pasaribu, Kadis PMD Irsal Pariadi, Plt. Kadis Pertanian Taufik Zulhandra Ritonga, dan Plt. Kadis PUPR Akhmad Faisal. (S.N)






