Coreng Nama Baik Polri, Oknum Polisi Diduga Peras Dan Culik Warga Terduga Pelaku Kasus Motor Bodong

351

dutapublik.com, KARAWANG – Tindak pidana kasus penculikan dan pemerasan disertai dengan kekerasan diduga dilakukan oleh beberapa oknum anggota Kepolisian kepada salah seorang warga Dusun Jatimanggah RT 005 RW 002 Desa Bolang Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat beberapa minggu lalu. Hal itu terkuak ketika awak media menyambangi korban berinisial DD alias Ceplik, Jum’at (10/2) siang, di kediamannya.

Menurut DD, awalnya dia membeli motor beat dua bulan yang lalu ke salah seorang yang bernama Uci seharga Rp4 juta 500 ribu yang masih warga setempat. Sebelumnya Uci pernah punya hutang ke DD, pas ditagih bukannya uang yang didapat, malah ancaman yang diberikan Uci kepada DD, bahwa Uci akan melaporkan ke pihak kepolisian tentang motor bodong yang DD beli dari Uci.

“Pas hari Rabu 1 Febuari 2023 kisaran jam 12 malam saya dijemput paksa oleh 4 orang oknum Kepolisian dengan menggunakan mobil sejenis Avanza warna putih, di dalam mobil mata saya ditutup pakai lakban dan tangan diikat, lalu saya dibawa ke salah satu warung yang berada di sekitaran wilayah Bojong Tugu Rengasdengklok,” kata DD saat dikonfirmasi.

Baca Juga:  Viral Di Medsos Oknum Polisi Di PALI Diduga Aniaya Kekasih, Tabiat Berubah Semenjak Jadi Aparat

Selanjutnya DD menjelaskan, di dalam mobil tersebut juga selain dirinya terdengar ada suara Uci, DD mengaku waktu di dalam mobil dipukul oleh oknum polisi dan diancam pakai pistol.

“Dengan nada membentak, oknum polisi tersebut ngomong ke saya, katanya kalau tidak mengaku kaki saya mau dibolongin,” terang DD.

Lebih lanjut DD mengatakan, oknum polisi itu juga merampas HandPhone miliknya, dan HandPhone tersebut diduga digunakan untuk meminta uang ke beberapa nomor kontak yang ada di HandPhone milik DD.

“Di warung itu ada negosiasi antara saya, Uci dan oknum polisi tersebut. Saya dan Uci dipinta uang Rp5 juta sama oknum polisi yang menangkap saya, terus saya kasih Rp1 juta melalui anak saya, dan uang tersebut dititipkan ke wakil Darka yang datang ke lokasi ngurusin saya, lalu uang Rp1 juta itu diberikan ke oknum polisi oleh wakil Darka,” ungkap DD.

Lantas DD merasa heran, dipikir masalah ini sudah selesai sampai disini, ternyata selang satu minggu, tepatnya di hari Kamis tanggal 9 Febuari 2023 dirinya malah dipanggil lagi oleh 4 orang oknum polisi yang berbeda melalui Wawan Ce’ong yang merupakan warga setempat.

Baca Juga:  Panda Nababan Ancam Laporkan Balik, LQ Indonesia Law Firm : Silahkan Lapor, Kami Tidak Takut!!!

“Saya dibawa oleh Wawan Ce’ong dan dipertemukan sama oknum polisi itu di totoang dekat kandang ayam yang tidak jauh dari rumah saya, disitu saya dipinta uang lagi oleh oknum polisi tersebut, dan saya kasih lagi Rp1 juta 500 ribu melalui wakil Darka,” ucap DD.

Untuk melengkapi pemberitaan, awak media langsung mendatangi ke kediaman wakil Darka. Menurut istrinya, bahwa wakil Darka tidak ada di rumah “Pak wakil Darka nya tidak ada, lagi keluar pak,” kata Istri wakil Darka.

Sementara itu wakil Darka, ketika dihubungi melalui via celluler ia menjelaskan, untuk kasus motor bodong yang dialami oleh DD alias Ceplik, dirinya hanya menjembatani agar supaya bisa damai di tempat dengan pihak kepolisian Bekasi.

“DD juga sempat menanyakan HandPhone nya, kata saya sudah ikhlaskan saja yang penting kartunya bisa kembali. Nanti besok saja kalau mau ketemu,” pungkas wakil Darka. (Bunsal)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *