Diduga Modus Muluskan Aksi TPPO, Oknum Sponsor PT Avida Fitnah Korban Sebagai Wanita Berstatus Janda

460

dutapublik.com, PURWAKARTA – Korban dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja di negara tempatan timur tengah seolah terus tiada henti. Di saat pemerintah masih memberlakukan moratorium terkait pengiriman PMI (Pekerja Migran Indonesia) ke timur tengah untuk perseorangan yang saat ini belum dicabut diduga tindakan kesewenang-wenangan, intimidasi dan pemerasan marak terjadi.

Akibat perlakukan buruk tersebut sehingga banyak PMI mengalami sakit parah sehingga sudah tidak kuat bekerja minta dipulangkan ke Indonesia

Salah satunya seorang PMI bernama Ai Pida (29) asal Kecamatan Darangdan Kabupaten Puwakarta yang diduga diberangkatkan secara unprusedural ke negara Arab Saudi melalui pemroses (Sponsor) Umi/Amay. Diduga tidak ada kejelasan pekerjaan dan sering di pindah-pindah majikan, sehingga sekarang Ai Pida mengalami sakit parah sehingga sudah tidak kuat lagi bekerja

Perlu diketahui bahwa pemberangkatan  Ai Pida diproses melalui sponsornya bernama Umi.

Saepul, suami dari Ai Pida mengaku tidak pernah memberi izin istrinya berangkat menjadi PMI melalui sponsor Umi. “Sebenarnya saya tidak mengizinkan istri saya dan tidak menandatangani surat izin pemberangkatan ke Arab Saudi. Ia sempat mau membatalkan untuk pemberangkatan tetapi karena bujuk rayu sponsor dan intimidasi harus mengganti uang dua puluh juta kalau tidak jadi berangkat terpaksa ia berangkat juga,” kata Saepul, Rabu (28/12).

Diterangkan Saepul bahwa saat ini kondisi istrinya sangat memprihatinkan dari pagi sampai malam terus bekerja seperti robot sehingga sekarang sakit-sakitan. Sapeul berharap kepada sponsor Umi dari PT Avida busa cepat memulangkan istrinya dan jangan ditunda-tunda lagi.

“Keluhannya dia sakit-sakitan, kerja 24 jam. Harapan saya sponsor Umi bisa cepat memulangkan isteri saya ke Indonesia. Saya mohon kepada sponsor agar segera dipulangkan istri saya jangan ditunda-tunda,” jelasnya.

“Saya dengar di sana, kalau mau pulang dikurung lah diapalah, saya minta kepada umi sponsor jangan sampai terjadi seperti itu. Kalau misalkan istri saya di sana ada luka sedikit intinya dari pihak kantor atau pihak terkait dengan itu maka saya tidak segan-segan akan melaporkan tindakan yang dilakukan oleh oknum- oknum yang ada di sana,” tegasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi, pihak sponsor Umi melalui sambungan WhatsApp menjelaskan bahwa ia merasa ditipu Ai Pida karena mengaku sebagai janda. “Maaf pada waktu daftar Ai Pida bilangnya janda malah ada surat izin kakaknya malah ibunya juga jadi saksi setelah pasporan Ai Pida rujuk lagi malah waktu panggilan terbang suaminya nganterin,” jelas Umi. (RS)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *