dutapublik.com, BEKASI – Sebuah video yang sempat viral di beberapa platform media sosial, yang menggambarkan seolah-olah masyarakat menghentikan proyek pembangunan di SDN 01 Desa Setialaksana, Kecamatan Cabangbungin, dipastikan adalah hoaks atau berita palsu.
Faktanya, peristiwa tersebut merupakan bentuk pengawasan yang dilakukan masyarakat, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto, bahwa masyarakat harus turut serta mengawasi penggunaan anggaran negara.
Ketua LSM Peduli Keadilan (PEKA) Kabupaten Bekasi, Obay Winandar, mengatakan bahwa narasi yang berkembang merupakan opini yang sengaja dibentuk, atau playing victim framing, yang dirancang oleh oknum kontraktor. Menurutnya, pelaku dalam video tersebut justru adalah pihak pemborong sendiri yang mencoba membentuk kesan seolah-olah menjadi korban.
“Ini seperti maling teriak maling. Mereka membuat seolah-olah menjadi korban, padahal itu merupakan upaya menutupi dugaan korupsi dalam pembangunan yang menggunakan uang rakyat,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (19/4).
Obay menambahkan, untuk mendapatkan kebenaran yang objektif, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk menurunkan para ahli konstruksi dari pihak independen, seperti kalangan swasta, Inspektorat, BPK, maupun BPKP, guna mengungkap secara terang-benderang siapa pihak yang benar—masyarakat atau justru oknum pemborong.
“Kita harus hitung ulang kualitas bangunannya melalui para ahli. Jika memang gagal, jangan dibayarkan. Terapkan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Konstruksi karena ini menyangkut sarana pendidikan yang bisa membahayakan anak-anak,” tegasnya.
Ia juga menyoroti maraknya fenomena framing yang dilakukan secara sepihak oleh oknum pemborong saat pengawasan masyarakat terjadi. Dalam narasi yang disebarkan, masyarakat digambarkan seolah-olah menghambat pekerjaan atau meminta imbalan, padahal kenyataannya justru sebaliknya.
“Kami berharap penegak hukum bertindak objektif, tidak hanya menilai dari konten viralnya saja, tetapi memahami secara utuh permasalahan yang terjadi,” tambahnya.
Diketahui, dalam video yang beredar, pihak yang aktif melakukan perekaman adalah oknum pemborong itu sendiri. Ia membentuk narasi seolah-olah proyek dihentikan oleh warga. Padahal, fakta di lapangan menunjukkan bahwa beberapa warga hanya menanyakan informasi mengenai proyek tersebut. Hal ini juga dibenarkan oleh kepala tukang yang menyatakan bahwa tidak ada penghentian pekerjaan di pembangunan SDN 01 Setialaksana. (Abi)


