Eroh Sponsor Bersama Gepeng Proses Keberangkatan Marsih Ke Saudi Arabia Lewat Jalur “Haram”

262

dutapublik.com, KARAWANG – Lagi-lagi tindak kejahatan dan intimidasi terhadap Pekerja Migran Indonesia (PMI) kian marak terjadi. Pasalnya, salah satu Pekerja Migran Indonesia yang sudah finish kontrak justru tidak memperoleh hak yang semestinya diterima.

Adalah, Marsih, wanita paruh baya kelahiran Karawang, Jawa Barat, mengadukan nasib yang dialami selama menjadi PMI tersebut.

“Nama saya, Marsih. sponsor saya Ibu Eroh. Alhamdulillah, saya sudah pulang walaupun dalam keadaan sangat kekurangan secara materi,” ujar Marsih.

“Saya sekarang baru dua minggu Pak di kampung halaman, udah gitu gaji saya tiga bulan belum dikasih,” ungkapnya, Rabu, 14 Agustus 2024.

Lebih lanjut, Marsih, merasa sangat dirugikan dan beban moral terhadap tetangga karena nasibnya yang terpuruk.

“Saya sedih Pak. Dua tahun kerja pulang gak bawa uang Pak. Sedangkan gaji saya tiga bulan gak dibayar. amalu saya Pak. Bahkan saya mendengarkan pembicaraan tetangga gak enak juga. Masa katanya kerja dua tahun di Saudi gak bawa uang, bahkan pulang juga pakai biaya saya sendiri,” ujarnya.

Di waktu yang berbeda, tim awak media berupaya konfirmasi sponsor bernama, Eroh, yang memproses keberangkatan, Marsih, secara ilegal. Dalam konfirmasi ia mengaku hanya sebagai perantara proses penerbangan, Marsih.

“Nih Pak, waktu dia pulang juga dia gak ngasih tau bahwa dia pulang. Orang sama saya lagi diurus untuk kepulangannya. Itukan atas komitmen Ibu Marsih, sama agensi bahwa pulang beli tiket sendiri,” ungkapnya.

Selanjutnya, Eroh, mengarahkan dutapublik.com ke pihak lain yang bernama, Gepeng. Dalam konfirmasinya, Gepeng, mengaku bahwa PMI tersebut diproses oleh Ibu Eroh.

“Oh ya. Kan gini dulukan sudah diajukan. Kan si Marsih, katanya kan mau dipulangkan nunggu beli tiket dari Majikannya informasinya biarin beli tiket sendiri juga katanya ngomongnya begitu. Kata saya gak usah ngeluarin duit tunggu sabar aja kata Majikannya juga,” ujar, Gepeng, yang mengaku sebagai adik dari, Eroh.

“Kan kata Majikannya tunggu satu bulan lagi pada waktu itu. Kan lagi ngurus, cuman ngotot informasinya. Gak apa-apa kalau masalah gaji saya gak tau,” pungkasnya. (Udi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *