dutapublik.com, BEKASI – Terkait Pariwisata di Kabupaten Bekasi merupakan salah satu potensi yang harus diprioritaskan oleh Pemkab Bekasi.
Dalam masa pandemi Covid-19 banyak objek-objek Pariwisata yang tutup dan membuat para pelaku usaha harus mati-matian mempertahankan usaha wisatanya agar tetap berjalan.
Salah satunya adalah objek wisata Kawung Tilu Bojongrangkas yang terletak di Timur Bekasi yang sudah berjalan lebih dari 3 tahun.
Kawung Tilu salah satu objek wisata yang sudah dikenal dan banyak di kunjungi masyarakat Kabupaten Bekasi maupun luar Kabupaten Bekasi yang tetap eksis walaupun ditimpa berbagai hambatan di masa pandemi, banjir dan terkena longsor karena di sisinya berbatasan dengan kali Cibeet.
Di hari jadinya yang ke 3 tahun Wisata Kawung Tilu menggelar acara lomba Karaoke yang digelar dari tanggal 20 November sampai 28 November 2021 dengan diikuti puluhan peserta dari dalam dan luar Kabupaten Bekasi.
Ebong Hermawan salah satu Penggagas Lomba Karaoke Kawung Tilu mengatakan kepada awak media, Rabu (24/11), bahwa kegiatan lomba karaoke sesuai momentum hari jadinya Kawung Tilu yang ke 3 tahun, merupakan langkah untuk mensinkronkan antara wisata dan seni.
“Dengan melalui media sosial, Faceebok, Wa IG dan dari mulut ke mulut kami menjaring para peserta dan Alhamdulillah ternyata diminati juga dari luar Bekasi dari Karawang bahkan dari Brebes Jawa Tengah,” ujar Ebong.
“Kami sudah mengundang para stakeholder dari para pengusaha, Dinas Terkait, anggota Dewan dan Plt Bupati Bekasi,” sambungnya.
Digelarnya Lomba Karaoke ini bertujuan untuk menggali potensi bahwa masyarakat Bekasi ini di dominasi oleh masyarakat dangdut. “Ternyata setelah kami adakan acara lomba karaoke ini muncul kader-kader dangdut di Kabupaten Bekasi yang sangat luar biasa,” ucapnya.
“Pelaksanaannya di mulai dari hari Sabtu tanggal 21 November 2021, dengan peserta 42 orang dan pada hari Minggu 22 November pesertanya 32 orang. Dan sudah tersaring menjadi 20 orang dan akan tampil di semifinal pada tanggal 21 November mendatang,” terangnya.
Acara tersebut digagas oleh Ebong Hermawan, Gunawan, Amrul Mustofa sebagai penggagas awal dan Panita terdiri dari Haris Sadikin Asnawi, Suryo Baron dan Abray. Acara berjalan sukses, dan tetap menerapkan standar protokol kesehatan. (SS)





