Insan Pers Di Karawang Diharap Hati-hati, Kades Dayeuhluhur Diduga Punya Niat Santet Wartawan, Makam Keramat Ki Bagus Arimba Majalengka Disebut Sebagai Tempat Mencari Santet

2097

dutapublik.com – KARAWANG Profesi wartawan yang bekerja dalam rangka sosial kontrol Pemerintahan kerap kali menjadi ancaman bagi oknum-oknum aparat yang merasa risih akibat aksi-aski kejahatan mereka diungkap sedikit demi sedikit. Tak sedikit ancaman fisik maupun non fisik kerap kali harus diterima wartawan dalam mengungkap kasus para oknum aparat pemerintah. Bahkan ancaman akan disantet tak luput menghampiri para kuli tinta yang bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Salah satunya datang dari H. Sapin Hidayat, Kades Dayeuhluhur Kecamatan Tempuran yang mengancam wartawan dengan santet seperti yang ia kemukakan di salah satu gru Whatsapp.

“Ker neangan santet, rek nyantet wartawan nu sok ngasuskeun gkgk (lagi nyari santet, mau nyantet wartawan yang suka mengkasuskan gkgk),” tulis Sapin dalam salah satu grup Whatsapp, belum lama ini.

Dalam grup Whatsapp tersebut, Sapin sebelumya mengirim foto Situs Makam Keramat Ki Bagus Arimba/Ki Bagus Arsitem Pangeran Sukmadjayaningrat yang berlokasi di Sumber Wetan Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka Jawa Barat.

Usai mengupload foto Makam Keramat tersebut, Sapin ditanya anggota Grup Whatsapp yang lain mengenai tujuannya berada di sana. Lalu oleh Sapin dijawab akan mensantet wartawan yang selalu mengkasuskannya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Karawang, Ega Nugraha S.Pd., sangat menyayangkan ancaman santet diucapkan oleh Kades yang merupakan panutan bagi masyarakat di desanya.

“Kalau memang benar Kades Dayeuhluhur mau mensantet wartawan karena risih kasusnya diungkap terus oleh wartawan, saya sangat menyayangkan ucapan itu keluar dari pikiran seorang Kades,” ucap Ega, Senin (31/5).

Masih kata Ega, seharusnya jika Kades Dayeuhluhur risih kasusnya diungkap terus wartawan, lakukan klarifikasi dan jika benar melakukan kesalahan selama menjabat agar segera instropeksi.

Adapun jika saat ini Kades Dayeuhluhur sedang berkasus di Kejari Karawang dalam dugaan tindak pidana korupsi, Ega menyarankan agar Kades Dayeuhluhur menjalani proses hukum dengan baik dan kooperatif dengan aparat penegak hukum.

“Sudah gak zamannya ngancam mau nyantet orang, kalau memang punya salah ya instrospeksi diri lebih baik bukan mengancam profesi wartawan yang dilindungi UU,” pungkasnya. (bolay)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *