dutapublik.com – MAGELANG Fenty Candra Wijaya (Ibu Gubernur Akademi Militer Brigjen TNI Candra Wijaya) diangkat sebagai Ibu Asuh Taruna/Taruni Akademi Militer, sekaligus sebagai Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang BS Akademi Militer. Di Gedung Moch. Lilly Rochli Akmil, Magelang Jawa Tengah, pada Senin (5/4).
Dengan penuh kasih sayang, serta kekeluargaan dan kebersamaan pada acara Pengukuhan Ibu Asuh Taruna/Taruni Akademi Militer, Fenty Candra Wijaya mengharapkan doa dan dukungannya, agar Ia bisa melaksanakan tugas barunya itu.
“Permohonan doa restu dan kerja sama yang tulus dari semua pihak, agar tugas yang dipercayakan oleh Bapak Gubernur Akmil ini dapat saya emban dan dilaksanakan dengan baik.”
“Tugas dan tanggung jawab sebagai Ibu Asuh merupakan satu kesatuan yang utuh dari jabatan dan kehormatan yang telah dipercayakan oleh Negara dan Bangsa,” ucapnya.
Taruna, menurut Fenty, Taruna adalah pemuda dan pemudi pilihan yang akan dididik menjadi Perwira, yang nantinya akan menajadi Pimpinan di tubuh TNI ke depannya.
“Taruna merupakan pemuda dan pemudi pilihan, yang telah memutuskan untuk mengabdikan jiwa raga kepada Negara dan Bangsa, melalui profesi keprajuritan TNI AD dengan menempuh jalan pendidikan pembentukan perwira di Lembah Tidar ini, untuk diproyeksikan menjadi pimpinan-pimpinan TNI AD di masa depan,” paparnya.
Lebih lanjut, Fenty juga berpesan kepada para Taruna/Taruni Akmil untuk senantiasa menyiapkan diri dan membekali diri secara profesional, baik di bidang intelektual, kepribadian, maupun kesehatan dan kesamaptaan jasmani, sehingga pada akhir tugas dalam menempuh pendidikan di Lembah Tidar ini, Taruna/Taruni sekalian telah terlatih menjadi sosok Perwira TNI AD yang tangguh.
Tidak itu saja, Fenty juga mengatakan peran-peran, fungsi dan tugasnya sebagai calon pemimpin. Taruna/Taruni Akmil harus dapat mengembangkan pemikiran-pemikiran maupun ide-ide yang kreatif, positif dan konstruktif serta tidak mudah terpancing oleh godaan yang mengarah kepada tindakan menyimpang, yang bisa menjerumuskan dan merusak masa depan para Taruna, masa depan keluarga dan masa depan TNI AD.
Keyakinan beliau akan lahirnya sosok perwira yang handal dan berkarakter, kiranya tidak berlebihan manakala segenap Taruna/Taruni menaati segala norma, aturan dan peraturan serta tradisi luhur yang telah ditetapkan dan diberlakukan di kesatrian Lembah Tidar tersebut, yang dalam aplikasinya senantiasa menerapkan metode dan pendekatan saling asah, asih dan asuh.
Hubungan yang harmonis antara senior dan junior dengan dilandasi saling asah, asih dan asuh perlu dikembangkan dalam kehidupan Korps Taruna. Taruna/Taruni Senior harus secara tulus dan ikhlas memberikan bimbingan kepada adik-adiknya Taruna/Taruni Junior dengan cara yang edukatif, persuasif dan rasional.
Sedangkan, sebagai adik Taruna/Taruni Junior harus loyal dan ikhlas menjalankan setiap petunjuk, bimbingan dan arahan dari para seniornya.
Di tempat yang sama, Desi Totok Imam Santoso juga menyampaikan bahwa, serah terima jabatan dalam suatu organisasi merupakan proses yang wajar dalam sebuah dinamika organisasi, yang mana akan membawa perubahan-perubahan. Baik dalam hal gaya kepemimpinan maupun kebijakan-kebijakan.
“Perubahan itu sebagai sesuatu yang wajar, tidak tersanjung bila sukses, tak pula patah semangat ketika gagal,” terang Desi
Salah satu kutipan dari sebuah buku menuliskan bahwa Perubahan hanya dapat dimulai oleh orang-rang Cerdas, dilaksanakan oleh orang-orang yang rela dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani,” Sunber, Imam Penhumas Akmil. (yasin)