Kades Simpang Tolang Julu Bantah Isu 3 Orang Meninggal di Lobang Tambang, Sebut Informasi TikTok Hoaks

7

dutapublik.com, MADINA – Kabar yang beredar di media sosial TikTok terkait dugaan tiga orang meninggal dunia di lobang tambang kawasan Simpang Tolang Julu, Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dipastikan tidak benar
atau hoaks.

Informasi tersebut sebelumnya beredar melalui akun TikTok bernama Porum Anak Madina pada Kamis (14/05/2026). Dalam unggahan itu disebutkan adanya tiga korban meninggal dunia di lokasi yang disebut sebagai “lobang Barayun” di Desa Simpang Tolang Julu.

Menanggapi kabar tersebut, wartawan media ini melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Desa Simpang Tolang Julu, Syawaluddin, pada Jumat (15/05/2026).

Dengan nada terkejut, Syawaluddin membantah keras informasi yang beredar di media sosial tersebut. “Ah, yang benar itu bang? Informasi dari mana itu. Saya selaku kepala desa tidak mungkin tidak mengetahui kalau ada korban meninggal di desa saya,” ujarnya.

Ia bahkan mempertanyakan lokasi kejadian yang dimaksud dalam unggahan tersebut. Menurutnya, hingga saat ini tidak pernah terjadi peristiwa sebagaimana yang disebutkan di akun TikTok tersebut. “Itu hoaks bang,” tegas Syawaluddin.

Hal senada juga disampaikan Paet, salah seorang warga setempat. Ia memastikan situasi di Desa Simpang Tolang Julu dalam keadaan aman dan kondusif.

“Tidak ada kejadian apa-apa di sini bang seperti yang disebutkan di akun TikTok bahwa di lobang Barayun telah terjadi korban meninggal. Masyarakat di sini tenang-tenang saja, tidak ada masalah,” ungkapnya.

Ia juga membantah informasi lain dalam unggahan tersebut yang menyebut adanya aktivitas tertentu dengan istilah “13 kilo per bulan”. “Apalagi disebutkan 13 kilo per bulan, wah itu tidak benar sama sekali,” tambahnya.

Dalam kesempatan terpisah, awak media juga menemui Syawaluddin Dalimunte, warga Simpang Tolang Julu yang disebut-sebut dalam unggahan TikTok sebagai pemilik lobang tambang yang dikabarkan menelan korban jiwa.

Pria yang akrab disapa Ucok itu turut membantah tuduhan maupun informasi yang beredar di media sosial. “Itu kabar hoaks bang, tidak ada kejadian apa-apa di Desa Simpang Tolang Julu. Kami di sini bekerja seperti biasanya. Tidak ada masalah, tidak ada konflik. Di sini adem-adem saja saat ini karena memang tidak terjadi apa-apa,” jelasnya.

Ia menilai kabar tersebut dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. “Kalau ada kabar yang beredar di medsos, itu ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Ucok juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Gunakan media sosial dengan bijak dan hati-hati karena informasi seperti itu bisa menyebabkan kegaduhan,” tutupnya. (Tim)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *