Duta Publik

Kajari Minsel Putuskan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Restoratif Justice

308

dutapublik.com, MANADO – Kepala Kejaksaan Negeri (KAJARI) Minahasa Selatan, Budi Hartono, S.H., M.Hum., melaksanakan Penghentian Penuntutan berdasarkan Restorative Justice (RJ) terhadap Tersangka Agus Julian Memah, yang melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana tentang Penganiayaan berdasarkan surat Ketetapan Penghentian Penuntutan Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan, No: PRINT-2168/P.1.16/Eku.2/12/2021, tanggal 5 Desember 2021.

Adapun Keputusan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif yang dikeluarkan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Minsel. Ini diberikan karena adanya perdamaian dimana saksi korban Melky Maxi Raranta, memaafkan Tersangka dengan alasan Tersangka dan Saksi Korban masih ada hubungan keluarga dimana Tersangka sebagai Paman dari Saksi Korban, serta permohonan maaf dari Tersangka dan Keluarga Tersangka, sehingga saksi korban tidak mempermasalahkan lagi mengenai Penganiayaan yang dilakukan oleh Tersangka,

“Berdasarkan Peraturan Jaksa Agung nomor 15 Tahun 2020 tentang Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif, perkara pidana atas nama Tersangka Agus Julian Memah, dinyatakan ditutup demi hukum dan tidak dilanjutkan ke tahap persidangan,” ujar Penkum Kajati Sulut melalui siaran pers bernomor 01/P.1.16/Penkum/12/2021.

Diketahui Perkara Restorative Justice tersebut, telah dilakukan expose perkara pada hari Senin, tanggal 22 November 2021 oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara A. Dita Prawitanginsih, S.H., M.H., didampingi Asisten Tindak Pidana Umum Jeffry Maukar, S.H., M.H., Kasi Oharda Cherdjariah, S.H.,M.H., dan Kepala Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan Bapak Budi Hartono, S.H., M.Hum., secara virtual bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Kejaksaan RI.

Adapun Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif disaksikan oleh Tersangka, Kuasa Hukum Tersangka dan Keluarga Korban dengan fasilitator Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Minahasa Selatan dan Jaksa Penuntut Umum.

Kronologis kejadian, Peristiwa perkara ini berawal pada hari minggu tanggal 18 juli 2021 sekitar pukul 22.30 WITA, bertempat di Desa Popontolen Jaga VII, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, tepatnya di depan rumah keluarga Memah-Maligoge,

Tersangka telah melakukan penganiayaan terhadap Melky Maxi Raranta (keponakan dari tersangka), yang dilakukan dengan cara : berawal korban sedang berdiri di depan rumah keluarga Memah-Maligoge tiba-tiba datang Tersangka yang sudah dalam kondisi mabuk mendekat ke arah depan korban, tiba-tiba tersangka langsung memukul menggunakan tangan kanannya sehingga mengenai tubuh bagian rusuk sebelah kiri korban, kemudian tersangka memukul lagi menggunakan tangan kiri menggenai tubuh bagian dada korban kemudian tersangka memukul lagi menggunakan tangan kiri dan tangan kanan secara bergantian mengenai badan saksi korban.

Bahwa akibat dari perbuatan tersangka, korban mengalami memar dibagian tulang rusuk sebelah kiri, bengkak serta nyeri teken dibagian dada dan nyeri teken dibagian perut, sebagaimana surat visum et repertum no: 21/pkm-tpn/tu-05/vii/2021 tanggal 21 Juli 2021, dibuat oleh dr. Grace W. Kumaat pada Puskesmas Tumpaan. (EffendyV.Iskandar)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!