Kakorlantas Polri Pimpin Tactical Floor Game Operasi Ketupat 2026, Matangkan Strategi Pengamanan Arus Mudik Lebaran

71

dutapublik.com, JAKARTA – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., membuka dan memimpin langsung kegiatan Tactical Floor Game (TFG) dalam rangka kesiapan Operasi Ketupat 2026 di Aula Madellu Korlantas Polri, Selasa (3/3/2026).

Dalam pelaksanaan TFG tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung, Metro Jaya, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali mematangkan skenario pengamanan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, baik di jalur tol maupun arteri.

Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan bahwa Tactical Floor Game menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh pemangku kepentingan memahami pola serta cara bertindak ketika terjadi peningkatan arus lalu lintas. “Hari ini saya mengundang seluruh stakeholder yang berada di Korlantas untuk melaksanakan Tactical Floor Game. Ini sangat penting untuk memastikan skenario dan cara bertindak ketika terjadi lonjakan arus, baik di jalan tol maupun arteri, sehingga kita dapat mencari solusi guna memperlancar arus lalu lintas,” ujarnya.

Dalam simulasi tersebut, berbagai skenario taktis digambarkan secara rinci, mulai dari penerapan contraflow, sistem satu arah (one way), hingga pengalihan arus di jalan tol maupun pintu keluar tol. Langkah ini dilakukan agar seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama dalam pengambilan keputusan di lapangan.

Menurutnya, melalui TFG, potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) dapat diantisipasi dan dikendalikan sejak dini. “Baik yang berada di pelabuhan, jalan tol, tempat wisata, maupun jalan arteri, semuanya kita gambarkan dalam tactical hari ini agar dapat dikendalikan sejak awal,” jelasnya.

Selain kesiapan personel, Korlantas Polri juga mengoptimalkan penggunaan teknologi berbasis informasi waktu nyata (real time information) untuk memantau kondisi lalu lintas. Sistem ini mencakup traffic counting dan pemantauan situasi di lapangan, termasuk penanganan kendaraan mogok maupun kecelakaan.

“Kita sudah siap. Kami memanfaatkan teknologi untuk real time information, baik traffic counting maupun kondisi di lapangan. Ketika ada kendaraan mogok atau kecelakaan, langkah penanganannya, termasuk pola pelayanan, sudah kami siapkan,” tegasnya.

Dalam Operasi Ketupat 2026, Korlantas Polri juga akan menghadirkan tim urai yang melibatkan Polwan, Kowad, serta dukungan penuh dari berbagai stakeholder, seperti Jasa Raharja, Jasa Marga, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR.




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *