Duta Publik

Kuwu Desa Pasanggrahan Wasa, Hadiri Acara UPJA Dan Panen Raya Di Cianjur

430

dutapublik.com – CIREBON

Wasa, selaku Kuwu Desa Pasanggrahan Kecamatan Plumbon Kabuaten Cirebon, menghadiri undangan UPJA (Usaha Pengembangan Jasa Alat) dan Panen Raya di Cianjur. Acara tersebut dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, S.E., pada Jumat (5/3).

Wasa, ketika diwawancarai oleh awak media mengutarakan tujuan utama mengadari acara UPJA bertujuan untuk studi banding yang akan diterapkan kepada petani di desanya.

“Tujuannya untuk menambah wawasan, ilmu untuk pengembangan petani di desanya agar lebih maju dan dengan hasil panen yang lebih banyak serta waktu panennya juga lebih cepat. Dan saya siap menyediakan lahan tanah bengkok 1 hektare untuk uji coba,” ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Wasa menyampaikan bahwa Wagub Jabar menghadiri panen raya metode jamu organik.

”Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, meninjau langsung panen raya padi hasil metode jamu organik Biogro atau jamu penyubur tanaman di sawah simulasi Balai Pengembangan Mekanisasi Pertanian (Mektan) Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Jalan Darmaga Timur Desa Neglasari Kecamatan Bojongpicung Kabupaten Cianjur,” imbuhnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, S.E., di tengah – tengah acara tersebut mengatakan bahwa penanaman padi dengan menggunakan metode jamu organik Biogro bisa menghasilkan padi lebih banyak dari biasanya.

“Kami di Jabar berharap berhasil meningkatkan hasil kapasitas pangan yang tadinya satu hektare lima sampai enam ton sekarang bisa sembilan sampai sepuluh ton,” katanya.

Masih menurut Uu, menjelaskan bahwa ada perbedaan ketika petani melakukan proses pembibitan dengan menggunakan metode jamu organik Biogro.

“Jika sebelumnya bibit hanya direndam dalam hitungan jam, dengan menggunakan metode jamu organik Biogro, bibit harus direndam selama tiga hari tiga malam. Beras dari hasil jamu organik ini lebih bagus karena tidak terlalu lengket dan tidak terlalu manis. Biji berasnya pun lebih besar dan bersih, kadar gulanya juga rendah jadi lebih sehat,” jelasnya.

Dirinya merasa dengan adanya metode tersebut, ketahanan pangan di Jawa Barat bisa terjamin khususnya di tengah pandemi Covid-19.

“Secara ketahanan pangan Nasional Jabar akan menjadi Provinsi yang surplus berasnya dua kali lipat dari yang sekarang,” pungkasnya. (udadi)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *