LSM Kompak Koalisi: Program Rutilahu Kabupaten Bekasi Tidak Maksimal, Berawal Dari Minimnya Anggaran  

732

dutapublik.com, BEKASI – Program rutilahu yang diselenggarakan oleh  pemerintah Kabupaten Bekasi  pada tahun 2022 menyasar sekitar 2500 rumah di 23 Kecamatan di Kabupaten Bekasi. Dalam realisasi Program Rutilahu tersebut pemerintah memberikan  bantuan biaya kepada masyarakat yang rumahnya mendapatkan program rutilahu sebesar Rp20 juta.

Adapun biaya tersebut dipecah menjadi dua bagian, Rp2 juta 500 ribu diperuntukan untuk anggaran biaya tenaga kerja dan Rp17 juta 500 ribu diperuntukan untuk anggaran  pembelian bahan bangunan yang diatur oleh LPM di masing-masing Desa.
Adapun bagi masyarakat yang rumahnya menerima program rutilahu sama sekali tidak memegang anggaran tersebut.

“Ya betul ketika saya menanyakan ke warga yang mendapat program rutilahu, sama sekali warga tidak menerima uang hanya menerima bahan bangunan yang dikirim oleh matrial,” kata Ketua DPD LSM Kompak Koalisi Kabupaten Bekasi, Adi Sukriyadi, S.E., Jumat (6/5).

“Tapi sayang sekali bantuan Program  Rutilahu dari pemerintah menurut saya belum maksmal, kenapa saya bilang seperti itu, coba lihat aja dengan anggaran Rp20 juta, contoh rumahnya Bapak Ape di Kp. Gandaria Desa Cipayung, dengan ukuran 5×6, saya lihat tidak ada sekatan buat kamar tidur, untuk keramik lantai dalam rumah pun cuma dikasih 7 meter, sisanya ya begitu  masih tanah,” sambungnya.

Terus kata Adi, gentengnya juga cuma dikasih 300 pcs, cukup dari mana dengan ukuran tersebut.

“Untung masih ada genteng yang bekas, kalau ga ada, mungkin rumah pak Ape gak ada atapnya. Kalau hujan ya kehujanan kalau kemarau ya  kepanasan, dan saya lihat juga ga ada plafonnya. Intinya rumah itu masih banyak kekurangannya,” ujarnya.

Memang kata Adi, disisi lain program rutilahu sangat bagus untuk warga yang tidak mampu, tetapi kalau bisa anggarannya dinaikan agar cukup untuk membangun rumah warga.

“Kalau warga yang punya tabungan mungkin bisa nambah-nambahin untuk beli bahan bangunan biar ada sekat untuk kamar tidurnya, nambah keramik, nambah flapon, nambah genteng yang baru. Masa rumah baru gentengnya  yang bekas, bagaimana kalau  warga tidak mampu dan tidak punya tabungan,” pungkas Adi sukriyadi SE.ketua DPD LSM Kompak Koalisi Kabupaten Bekasi ketika dikonfirmasi oleh media disaat sedang melihat rumahnya Pak Ape yang mendapat program rutilahu.

Di waktu dekat Adi juga akan mengirimkan surat ke komisi 3 DPRD Kabupaten Bekasi dan ke Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman  Kawasan dan Pertanahan Kabupaten Bekasi terkait anggaran Program Rutilahu untuk tahun depannya. (Abi Alfiansyah)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *