dutapublik.com, MINAHASA – Alm. DR. S.H. Sarundajang Memorial Lecture yang diprakarsai oleh Dr. Pri Utami kembali di gelar Selasa (14/2) bertempat di Taman Pustaka SHS kompleks perlimaan perbatasan Kawangkoan Tompaso Kabupaten Minahasa Provinsi Sulut.
Memorial Lecture kali ini mengangkat tema “Di Laut Kita Jaya” dilaksanakan untuk memperingati 1 tahun wafatnya Dr. S.H. Sarundajang, dan merupakan rangkaian peresmian Taman Pustaka SHS.
Adapun kegiatan berjalan secara bauran, yaitu luring langsung dari Taman Pustaka SHS di Kawangkoan dan daring melalui platform zoom.
Memorial Lecture kali ini sangat spesial karena melibatkan beberapa cucu almarhum. Natasha Vanya Makaminang dan Sebastian Ryolde Moningka bertindak sebagai pembawa acara dan Sebagai Host acara tersebut adalah Research Centre on Border Mapping and Management, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, yang didukung oleh Akademi Ilmuwan Muda Indonesia (ALMI).
Dr. Sri Fatmawati selaku Ketua ALMI dalam sambutannya menyatakan bahwa penyebarluasan ilmu pengetahuan oleh para pakar sangat penting untuk menumbuh-kembangkan budaya ilmiah unggul dalam masyarakat Indonesia.
“Putra almarhum Dr. S.H. Sarundajang, Fabian Sarundajang selaku wakil keluarga menyampaikan apresiasi kepada para ilmuwan Indonesia yang mengangkat gagasan-gagasan almarhum dan memperbaharuinya sesuai dengan kepakaran masing-masing. Fabian mengundang kepada masyarakat Sulawesi Utara untuk memanfaatkan ribuan pustaka koleksi Perpustakaan Dr. S.H. Sarundajang yang kini telah dapat diakses oleh masyarakat umum,” ucapnya.
Hadir sebagai Pembicara pertama adalah Dr. Made Andi Arsana Ahli (Aspek Geodesi Hukum Laut, Ketua on Border Mapping and Management, FT UGM). Dr. Arsana memaparkan tentang Djuanda di Abad 21: Tantangan dan Peluang Menjaga Kedaulatan dan Hak Berdaulat di Laut Nusantara.
Pembicara ke dua adalah Prof. Desy Mantiri, (Guru Besar Kelautan, UNSRAT) yang memaparkan tentang Laut Sebagai Masa Depan.
Pembicara ke tiga adalah Dr. Yosmina Tapilatu (Peneliti Oseanografi Biologi, Pusat Riset Laut Dalam, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Judul pemaparan Dr. Yosmina adalah Keanekaragaman mikroba laut dalam dari timur Indonesia: status terkini dan peluang riset ke depan.
Adapun Kesimpulan dari acara Memorial Lecture ini, Antara lain:
Kedaulatan atas laut hanya terjadi saat kita menguasai pengetahuan akan laut kita sendiri, mengetahui batas-batas wilayah kita di laut, mengetahui potensi sumber daya, hingga mengerti cara memitigasi ancaman bahaya dari alam maupun dari negara lain.
“Kita perlu teknologi, peralatan, pengindra, wahana, dan kemudian mengelola data dan informasi untuk menjawab keingintahuan kita. Harapannya setiap kebijakan harus dilandasi oleh Ilmu Pengetahuan,” ujar Dr. Pri Utami.
Laut adalah masa depan. Pemikiran Dr. Sarundajang baik dalam hal geostrategi pada umumnya maupun dalam hal kemaritiman dan ekonomi biru dapat menjadi titik tolak dari penelitian-penelitian oleh para ilmuwan muda, dan menjadi acuan bagi pembuatan kebijakan-kebijakan pembangunan.
Terpisah Ivan Sarundajang, Putra Alm. S.H. Sarundajang mewakili keluarga memberi apresiasi terlaksananya kegiatan ini, acara seperti ini diharapkan dapat terselenggara secara periodik.
“Dengan dibukanya Taman Pustaka SHS dapat melahirkan peneliti dan Ilmuwan muda yang nantinya dishare kepublik dan bermanfaat bagi masyarakat,” tandas Ivansa. (EffendyV.Iskandar)


