Merasa Dieksploitasi, PMI Ilegal Korban TPPO Meminta Bapak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Segera Tangkap Pengelola PT Bahtera

451

dutapublik.com, BEKASI – Jeritan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal tak kunjung surut terus mengadukan nasibnya pada posko pengaduan dutapublik.com.

Jamilah wanita kelahiran Bekasi Jawa Barat kini berteriak dengan kondisi yang saat ini ia alami di negara Tempatan. Ia mengeluhkan nasib yang tak kunjung membaik hingga dirinya mengadukan pada tim awak media dutapublik.com.

“Pak entah sampai kapan saya harus berdiam diri dan disekap di Sarikah Smasco selama 10 bulan lebih saya tidak dipekerjakan maka dari itu saya putuskan minta pulang,” ungkap Jamilah, Selasa (31/10/2023).

“Karena saya dianggap rijek layaknya barang yang sudah rusak,” ujarnya lagi.

Lanjut Jamilah ia terus mengeluhkan nasibnya dan meminta kepada Bapak Kapolri dan jajaran bisa mendengar keluh kesahnya. “Kapan saya akan di pulangkan ke Indonesia, saya memohon Bapak Kapolri membantu saya, juga saya meminta pihak yang memberangkatkan saya yaitu pengelola PT Bahtera bisa segera ditangkap. Pihak PT bahtera itu tidak bertanggung jawab saya ini bener bener merasa terexploitasi kapan saya dipulangkan tolongin saya pak, saya ingin pulang,” ungkapnya.

Hal serupa juga dialami Erni yang saat ini berada di negara Tempatan timur tengah dan diberangkatkan oleh PT yang sama juga dan disponsori oleh Bapak Dasep. 

Erni mengaku kini alami gangguan psikis trauma atau ketakutan karena sudah mengadu pada tim awak media dutapublik.com.

“Pak saya sekarang di intimidasi oleh Madam Hanan yang punya Syarikah Nas sambil mengancam saya bahwa saya itu tidak akan dipulangkan ke Indonesia,” ungkapnya.

Lanjut Erni, ia juga bercerita tentang kehidupan di Syarikah Nas. “Andai saja saya bisa rekam Vidio kelakuan bejatnya petugas kantor Syarikah Nas itu ibarat iblis dan tidak mempunyai hati nurani. Dulu ada yang dicekik bahkan ada yang ditelanjangi oleh pihak kantor Syarikah Nas. Cuman sayangnya waktu itu saya gak bisa rekam Video, cvtv juga sempat dimatikan juga oleh pegawai staf Syarikah Nas. Disini itu keji pak,” ujarnya nada tangis

Di waktu yang berbeda ketika tim awak media puluhan kali mengkonfirmasi pihak sponsor PT Bahtera yaitu Haji Erus bertingkah degil/ngeyel seolah kebal hukum dan tidak menanggapi permintaan konfirmasi dari tim awak media dutapublik.com

Perlu diketahui pihak PT bahtera diduga kuat telah melakukan eksploitasi warga negara Indonesia ke negara timur tengah dengan modus uang fee dan gaji besar yang bertabrakan dengan Undang-undang No. 21 tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. (Uya)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *