dutapublik.com, CIANJUR – Erni, wanita kelahiran Cianjur Jawa Barat, mengeluhkan derita yang selama ini ia alami. Diketahui, Erni, yang merupakan wanita berkulit putih itu mengalami nasib yang kurang baik.
Berniat untuk mencari nafkah menjadi Pekerja Migran Indonesia demi keluarganya, justru mengalami kejadian yang tidak senonoh di Timur Tengah.
Dikonfirmasi via WhatsApp, Erni, menceritakan awal kejadian tersebut bermula saat ia sedang tidur di rumah majikan.
“Nama saya, Erni. Sponsor saya pak Dasep. Saya diberangkatkan oleh PT Bahtera. Saya minta tolong pak. Saya alami kejadian mau diperkosa pak. Waktu itu bahkan juga saya sakit pak habis operasi, saya juga baru jalan dua bulan, saya direadykan lagi kerja pak,” ujar Erni kepada redaksi dutapublik.com, Selasa (17/10/2023).
Erni, kembali membeberkan kejadian yang ia alami saat di rumah majikan tersebut.
“Kerja saya kan ngurus nenek-nenek pak. Pas saya tidur bareng nenek itu, saya mau diperkosa pak. Saya diiming-imingi uang oleh anak majikan saya pak sebesar 700 real untuk melayani nafsu bejatnya anak majikan,” terangnya dengan nada tangis.
Erni, pun bergegas ambil keputusan untuk pulang ke kantor Syarikah Nas dan mengadu ke salah satu staf kantor Syarikah. Namun sayang, respon yang ia dapat tidak baik untuk didengar.
“Saya pas ngadu ke kantor ketika saya menceritakan kejadian itu justru orang kantor bilangnya itu kan belum diperkosa. Ya udah bertahan dulu di situ kenapa kamu balik ke kantor lagi,” ujar Erni, menirukan jawaban staf kantor Syarikah.
Diketahui, Erni, yang menjadi pahlawan devisa ini kebingungan kemana ia harus mengadu. Bahkan, pihak sponsor hanya memberikan janji manis saja. Erni, mengaku pernah mengadu ke pihak sponsor, di mana ia dijanjikan akan dipulangkan pada bulan Agustus 2022. Namun, hingga sekarang tidak ada kepastian kapan ia pulang.
“Iya pak, saya pernah ngadu ke sponsor pernah dijanjikan katanya pulang bulan Agustus. Tapi sampai sekarang tidak ada respon sama sekali,” ujarnya.
Tidak cukup sampai di situ saja, tim awak media pun mengkonfirmasi, Dasep, selaku sponsor yang telah memberangkatkan, Erni, ke negara Timur Tengah. Dasep, ketika dikonfirmasi oleh tim awak media dutapublik.com, mengakui bahwa ia telah membantu memberangkatkan, Erni, ke negara Timur Tengah.
“Saya juga ngurusin, susah itu juga minta dipulangin dari kemarin segera,” ujar Dasep.
Tak hanya mengakui perbuatannya, Dasep, juga cukup kooperatif dengan memberikan nomor staf perusahaan yang diduga memberangkatkan, Erni, secara non prosedural kepada redaksi dutapublik.com.
“Ini pak saya kasih nomor kantornya. Namanya pak Dudung dari PT Bahtera,” bebernya.
Dasep, mengakui kalau PMI atas nama, Erni, beberapa bulan lalu terkena masalah, yaitu akan diperkosa anak maajikan. Ia mengaku sudah membantu mengurus, Erni, lewat perwakilan di Arab Saudi. Bahkan, hingga saat ini, Dasep, mengaku terus mengupayakan kepulangan, Erni.
“Saya coba bantu kemarin, dia mau dipulangkan katanya. Ya udah nanti saya kirim orang kantornya, saya lagi libur dulu. Dan rencana saya akan datang lagi hari Senin ke Jakarta,” ujarnya. (Rahmat/Jabar)





