dutapublik.com, TASIKMALAYA – Wissa Intania BT Toni Ruslan (40), warga Tasikmalaya yang diberangkatkan ke negara Timur Tengah secara unprosedural untuk menjadi asisten rumah tangga atau pembantu oleh sponsor bernama Hj. Ani asal Cianjur dibantu oleh H. Mamat yang mengaku dari pengurus salah satu NGO Buruh Migran dan diproses oleh PT. Panca Banyu, kini nasibnya tak menentu di sebuah penampungan di negara Timur Tengah.
Sebelumnya, Wissa Intania meminta dipulangkan ke Indonesia kepada Hj. Ani dan H. Mamat, namun hingga saat ini dirinya tak kunjung ada kepastian kepulangannya.
“Di sini udah mau satu bulan Pak, ditotalin sama yang waktu sakit di Madinah udah tiga bulan lebih. Dari bulan puasa Pak saya di penampungan. Di Saudi saya udah mau delapan bulan, tapi kerja yang benarnya baru empat bulan Pak. Yang sisanya pulang pergi kantor dan yang kabur dari rumah Majikan yang di Madinah Pak,” ungkap Wissa Intania kepada media dutapublik.com, pada Minggu (19/6).
Wissa Intania pun mengeluhkan bahwa dirinya saat ini sudah tidak memiliki uang untuk mencukupi kebutuhan selama di penampungan dan kondisi kesehatannya pun sedang kurang baik.
“Kebetulan sekarang lagi sakit Pak, tapi gak bilang ke orang kantor Pak, takut diisolasi. Saya kan bukan Corona, cuma kepala terasa muter. Alhamdulillah diurusin oleh temen-temen di sini. Udah gak punya uang untuk beli air minum Pak. Jadi saya minum air keran, mungkin itu penyebab sakitnya. Udah gak kuat Pak tinggal di Penampungan,” keluhnya.
Sementara, H. Mamat ketika dikonfirmasi terkait sudah sejauh mana perkembangan proses kepulangan Wissa Intania dan kapan kepastiannya, dirinya akan coba menanyakan kembali ke pihak PT. Panca Banyu.
“Saya enggak bisa menjanjikan Pak mohon maaf. Tapi saya selalu menekan dan memperjuangkan yang terbaik buat Wissa ke pihak PT,” ujarnya belum lama ini, melalui pesan WhatsApp miliknya. (Doel)





