Pekerjaan Proyek PT. Brantas Di Kecamatan Batujaya Ramai Direspon Positif Warga Dan Sosial Kontrol

418

dutapublik.com, KARAWANG – Pembangunan irigasi yang dikerjakan oleh PT. Brantas di wilayah Kecamatan Batujaya Karawang Jawa Barat baru-baru ini menuai tanggapan (Respon) positif dari warga dan sosial kontrol.

“Lingkungan selama pekerjaan dilaksanakan adem ayem tidak ada keributan, kecelakaan kerja ataupun serangkaian aksi protes, serta unjuk rasa,” ujar warga berinisial SB, Selasa (13/02/24).

Lanjut SB padahal sebelum kegiatan dikerjakan, kios-kios di sepanjang sungai irigasi berjejer dan hebatnya lagi saat dibongkar cuma gerang gerung tidak ada keributan, unjuk rasa atau kontak fisik antara masyarakat pemilik kios dengan pengelola pekerjaan (PT. Brantas).

“Pada saat kios liar permanen diamankan di bongkar berjalan kondusif, tidak ada perlawanan dan patut diakui kerja Humas PT. Brantas cukup bernyali, piawai dan profesional,” tutur SB.

“Pendekatan ide gagasan Humas PT. Brantas memang berhasil dan mencapai tujuan, pantas jika diapresiasi warga.Hal itu tidak serta-merta diberikan masyarakat ada hal sebelumnya, bangunan yang dirobohkan bertahun-tahun cuma wacana tidak pernah terjadi baru kali ini karena sulit, saking sulit nya. Bahkan pernah pihak kecamatan yang mencoba membongkar rangka bangunan di atas irigasi malah dilaporkan ke kepolisian,” jelas warga.

Hal senada disampaikan oleh Ketua Jajaka Karawang H. Mumuh di wilayah Desa Batujaya Karawang saat ditemui awak media ini. “Pembangunan serta normalisasi sungai irigasi di tiga Desa Telukbango, Batujaya Telukambulu. Kecamatan Batujaya berjalan kondusif Humas PT. Brantas cerdik, mampu dan profesional, menjadikan suasana areal di tempat pekerjaan aman dan kondusif,” ungkap H. Mumuh.

Hubungan pengelola dengan pemerintah setempat, diantaranya pemerintahan desa dan kecamatan baik Satpol PP, Koramil, Polsek serta masyarakat terjalin humanis, melalui pendekatan (approach).

“Ide ataupun gagasan yang dilakukan Humas PT. Brantas untuk mencapai tujuan, secara faktual tidak terbantahkan sudah berhasil menjalankan tupoksi,” imbuhnya.

“Pada saat kios liar permanen diamankan atau dibongkar kondusif tidak ada perlawanan dan patut diakui kerja Humas PT. Brantas cukup piawai dan profesional,” tutur H. Mumuh

Begitu juga dengan beberapa orang dalam kelompok kerja (teamwork) perusahaan PT. Brantas yang sudah berpengalaman malang melintang di bidang pembangunan irigasi kerja sama team worknya cukup baik serta terampil.
Kerja sama, SDM, karakter, pemimpin serta komunikasi,dan cara pemecahan masalah sehingga mempercepat progress pekerjaan saat ini mendekati penyelesaian berkat ahli (teamwork) pada masing-masing bidangnya

Dengan adanya teamwork, individu dengan keahlian yang berbeda, menunjukkan tugas masing-masing di bidangnya secara efektif.
Inventarisasi alat beratnya lengkap, armada crane, excavator dan lambung ponton material penunjang pekerjaan ready cukup lancar.

Sisa bangunan yang dibuang dan ditinggalkan begitu saja oleh para pemilik kios, diangkut oleh PT.Brantas dengan Dump Truk ke tempat yang telah disediakan, lumpur tidak tercecer serta berserakan, ataupun ditimbun dipinggir jalan terlihat apik dan rapih.

Sebelumnya di sepanjang aliran sungai kali irigasi berjejer bangunan hingga menjorok ke bahu jalan, lajur darurat serta pendukung badan jalan nyaris hilang/tidak ada.

Saat ini sungai irigasi di tiga desa terlihat lebih tertata rapih dan cantik, pinggiran sisi tanggul sungai jadi lebih tinggi dipasang sipel dan bahu jalan berfungsi.

H.Mumuh pun berharap mudah mudahan, rembesan rembesan dan luapan air tidak terjadi dan jalan raya tidak lagi tergenang air.

“Dan selanjutnya agar lahan sisi irigasi di jadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan jangan alih fungsi,” pungkas H. Mumuh.

Hal senada juga disampaikan pihak desa. Ia sependapat jika sisi irigasi dijadikan ruang terbuka hijau. “Pekerjaan is ok mantap,” ucap pihak Desa Batujaya.

“Ruang terbuka hijau selain membantu pada keindahan sebuah lingkungan dan berfungsi sebagai paru-paru sebuah kota atau wilayah. Hal ini dikarenakan seluruh tumbuhan yang ada pada RTH (Ruang Terbuka Hijau) dapat menyerap karbondioksida itu menghasilkan oksigen, menurunkan suhu, memberikan dan suasana sejuk serta menjadi area resapan air,” tutupnya. (Ray)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *