Pembangunan Embung Air Di Desa Cibogo Girang Diduga Terjadi Penyelewengan Anggaran

553

dutapublik.com, PURWAKARTA  – Terkait adanya pembangunan Embung Air dari dinas pertanian Purwakarta yang berlokasi di Desa Cibogo Girang RT. 10. RW. 04 Kampung Ciwareng Kulon yang diperuntukan bisa menampung air hujan untuk kepentingan para petani di desa tersebut diduga adanya penyimpangan Anggaran dan persyaratan dalam pelaksanaannya.

Sementara pihak pemerintahan desa setempat ketika dikonfirmasi soal pembangunan tersebut, Sekdes Cibogo Girang U. Effendy mengatakan, bahwa dirinya bersama Pj. Kades terdahulu dan Kades saat ini tidak mengetahui sama sekali tentang  pembangunan Embung Air dari pertanian tersebut, termasuk besaran anggarannya.

“Adapun dulu ada H. Tata meminta untuk menandatangani SK Kelompok Tani, itupun tidak kami tanda tangani sampai hinga selesai pembagunannya,” ungkapnya, pada Kamis (14/7) di ruang kerjanya.

Sementara H. Tata Selaku ketua Kelompok Tani Saluyu menjelaskan, bahwa yang dibangun memang lahan miliknya dengan lebar 60 meter panjang 120 meter.

“Untuk anggaran dari mana saya tidak tahu ataupun jumlah besaran anggaran tersebut. Saya hanya kalau untuk bayar yang kerja dan belanja bahan material minta ke orang pertanian dari dinas. Untuk jumlahnya yang saya gunakan sekitar 80 juta kurang lebih belanja barang material dan upah kerja. Tahun dan bulannya pun saya lupa waktu membagunnya,” bebernya.

Sementara, Iwan,  selaku petugas BPP, saat dimintai keterangan oleh awak media, dirinya mengarahkan agar melakukan konfirmasi ke pihak dinas terkait untuk kejelasan lebih lanjutnya.

“Pembangunan Embung Air bisa dilahan peribadi, yang penting air bisa mengalir ke area sawah dan kolam yang lain. Silakan konfirmasi ke dinas,” ujarnya.

Sedangkan, Midan, selaku kepala dinas Pertanian Kabupaten Purwakarta saat dikonfirmasi melalui telpon selulernya belum memberikan jawaban hingga berita ini dipublikasikan. (Asep Coklat)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *