Pengoperasian RSUD Panyabungan Resmi Dimulai, Jadi Keputusan Terbaik Pemkab Madina

766

dutapublik.com, MADINA – Direktur Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik, dr. Zainal Syafri, menyebutkan bahwa pengoperasian RSUD Panyabungan merupakan keputusan terbaik yang diambil Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sepanjang perjalanan pembangunannya.

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri peresmian RSUD Panyabungan di pelataran gedung baru rumah sakit, Kompleks Perkantoran Payaloting, Panyabungan, Kamis (4/9/2025).

“Keputusan terbaik dari pembangunan rumah sakit ini adalah keputusan bupati untuk segera mengoperasikannya,” ujar dr. Zainal.

Ia menambahkan bahwa manajemen RSUD Panyabungan terus meminta pendampingan untuk pengoperasian. “Saya sudah tujuh kali datang meninjau pembangunannya karena pihak rumah sakit 14 kali menemui saya,” kelakarnya.

Bupati Madina, Saipullah, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan prioritas utama dalam pemerintahannya bersama Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Karena itu, pengoperasian gedung baru RSUD Panyabungan masuk ke dalam program 100 hari pertama kerja.

Menurutnya, peningkatan pelayanan kesehatan terus menunjukkan hasil yang membanggakan. “Tahun 2022 hanya sekitar 4.000 kunjungan pasien yang menggunakan tempat tidur. Tahun 2024 jumlahnya mencapai lebih dari 12.000 pasien,” ungkapnya.

Bupati berharap tenaga medis RSUD Panyabungan mengimplementasikan jargon Si Jeges dalam pelayanan, sehingga sejalan dengan sarana dan prasarana yang telah disediakan. “Slogan Si Jeges harus benar-benar diterapkan dengan baik, baik dari sisi pelayanan maupun penerimaan terhadap pasien,” pesan Bupati.

Ia juga berharap kepala daerah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) dapat memberikan dukungan, agar RSUD Panyabungan bisa menjadi rumah sakit regional.

Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis, menilai pengoperasian RSUD Panyabungan merupakan peluang besar sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah. “Jika ditata dengan baik, RSUD Panyabungan akan menjadi ikon pelayanan kesehatan di Mandailing Natal,” katanya.

Direktur RSUD Panyabungan, dr. M. Rusli Pulungan, menjelaskan bahwa perencanaan pembangunan rumah sakit ini sudah dimulai sejak 2016, dengan pembangunan awal pada 2018, dan baru pada tahun ini resmi digunakan.

Saat ini RSUD Panyabungan memiliki 160 tempat tidur dari rencana 250. Menurut dr. Rusli, penilaian rumah sakit saat ini tidak lagi berdasarkan kelas A, B, atau C, melainkan pada tingkat pelayanan, mulai dari dasar, madya, utama, hingga paripurna.

Ia menambahkan, RSUD Panyabungan telah ditetapkan Kementerian Kesehatan sebagai lokus pelayanan prioritas KJSU dan non-KJSU dengan tujuh jenis layanan, antara lain jantung, TB paru, ginjal, dan kesehatan jiwa.

“Pada akhir tahun ini, atau paling lambat awal 2026, RSUD Panyabungan akan memiliki layanan kateterisasi dan mamografi untuk deteksi dini kanker, khususnya kanker payudara,” ungkap dr. Rusli.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti yang disaksikan Wali Kota Padangsidimpuan Letnan Dalimunthe, Wakil Bupati Padanglawas Ahmad Fauzan Nasution, Kapolres AKBP Arie Sopandi Paloh, unsur Forkopimda, Pj. Sekda Drs. M. Sahnan Pasaribu, asisten dan kepala OPD, ketua MUI, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta undangan lainnya. (S.N)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *