Perkuat Ketahanan Pangan, Lapas Narkotika Rumbai Gelar Panen Raya Serentak Bersama Warga Binaan

147

dutapublik.com, PEKANBARU – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Rumbai terus memperkuat program ketahanan pangan melalui pelaksanaan panen raya serentak yang melibatkan Warga Binaan, Kamis (15/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program percepatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) dalam mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional.

Panen raya secara nasional dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon dan dilaksanakan serentak di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan di seluruh Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Lapas Narkotika Rumbai menggandeng TNI Koramil 08/Rumbai Barat sebagai bentuk sinergi lintas sektor.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menegaskan bahwa kegiatan panen raya ini menjadi bukti nyata kontribusi Pemasyarakatan dalam mendukung agenda nasional di bidang ketahanan pangan. Menurutnya, Lapas dan Rutan tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan, tetapi juga dapat berperan sebagai pusat produksi pangan berkualitas.

“Lapas bukan lagi sekadar tempat pelatihan narapidana, tetapi juga menjadi pusat produksi komoditas pangan yang berkualitas,” ujar Agus Andrianto.

Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Rumbai, Reinhards Indra Pitoy, menyampaikan bahwa pihaknya telah mempersiapkan kegiatan panen raya ini sejak awal tahun dengan melakukan penyemaian bibit sayuran di lahan perkebunan Lapas. Ia menilai panen raya serentak tersebut selaras dengan program percepatan Menteri yang menitikberatkan pada pemberdayaan Warga Binaan di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

“Kegiatan ini sejalan dengan program percepatan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang mendorong pelatihan produktif untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi,” jelasnya.

Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan panen raya ini juga menjadi sarana pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan. Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal, tetapi juga memberikan nilai ekonomi melalui sistem bagi hasil, sekaligus membekali Warga Binaan dengan keterampilan praktis sebagai bekal setelah bebas nanti. (NH)

 




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *