dutapublik.com, MADINA – Ketua Muhammadiah Mandailing Natal M. Yusuf memintak kepada Kapolres Mandailing Natal AKBP HM Reza Chairul AS untuk menangkap bandar judi Toto Gelap (Togel) di wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) karena judi Togel ini adalah salah satunya yang menghancurkan perekonomian masyarakat. “Mulai dari Perbatasan Sihepeng sampai ke pantai Barat supaya dibersihkan semua judi togel,” ungkap M. Yusuf.
Ia juga memohon kepada aparat kepolisian untuk dapat memberikan tindakan yang tegas kepada bandar togel yabg ada di Mandailing Natal juga kepada Kementerian Infokom untuk dapat menutup jalur perjudian online.
“Apalagi anak-anak sekarang ini sangat tergantung pada judi togel dan judi online. Yang paling heboh lagi sekarang ini di tengah-tengah masyarakat adalah permainan chater,” ucapnya.
Selain itu ia juga mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Madina untuk dapat membuka lapangan kerja masyarakat supaya terhindar dari yang namanya perjudian.
Sementara Ketua DPD LSM Tamperak Kabupaten Mandailing Natal, M. Yakub Lubis saat dikonfirmasi media belum lama ini mengatakan bahwa judi Togel ini sangat sulit diberantas karena dugaan adanya oknum-oknum aparat penegak humum yang memback up bandar judi ini.
Tetapi kata M. Yakub, jika Kapolres Madina AKBP HM Reza Chairul AS bisa tegas saya, ia meyakini semua aktivitas judi togel akan bersih di Kabupaten Madina.
“Mulai zaman dulu perjudian ini sangat sulit diberantas baik judi kartu ataupun judi togel apalagi sekarang dengan adanya judi online. Maka saya mengharapkan kepada Polres Mandailing Natal untuk dapat memberantas yang namanya judi di Madina ini karena judi ini adalah yang menghancurkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Lanjutnya, bahwa Mandailing Natal ini sudah santer dengan sebutan Serambi Mekkah dan Sejuta Santri sehingga tidak layak lagi adanya perjudian di wilayah Madina ini.
Sementara itu, Kapolres Madina, mengatakan bahwa ia akan tindak lanjuti kalau saja ada anggota Polres Madina yang bermain atau yang memback up Judi Togel. “Saya tidak segan-segan untuk menindak secara hukum,” ungkap Kapolres. (SN)






