dutapubilk.com, PURWAKARTA – Anak adalah buah hati kedua orang tua dan merupakan titipan dari Sang Pencipta untuk diurus dan dibesarkan dengan penuh kasih sayang oleh kedua orang tuanya.
Namun, entah apa yang merasuki pikiran Mardi, seorang warga berstatus ngontrak di RT. 03 RW. 04 Kampung Kerajan Desa Citalang Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat, dengan tega dan keji ingin menghabisi kedua anak kandungnya yang masih usia anak-anak, dengan cara diracun dan dicekik.
Kejadian tragis tersebut terjadi pada Senin (6/9) sekitar puku 9.30 WIB, di rumah kontrakkannya.
“Sebelumnya diketahui oleh para tetangga di tempat kejadian, saat Nur, yang menjadi Ibu kandung Korban pergi belanja ke pasar untuk berjualan di kontrakan tempat kejadian tersebut,” kata Neng, selaku Ketua RT setempat, pada Selasa (7/9) kepada awak media.
Dikatakan Neng, kecurigaan para tetangga tersebut diawali dengan meilhat Korban AD (8) anak kandung Mardi, meminta tolong dengan jalan sempoyongan yang diduga habis dicekik oleh Mardi.

Keterangan Gambar 2 : Korban AD (Kiri) Dan MY (Kanan)
“Namun, setelah dilihat ke dalam, ternyata anak perempuannya yang berinisial MY, berusia sekitar 4 tahun berada di atas kasur tergeletak dengan mengeluarkan busa di mulutnya.”
“Dan ayahnya pun (Mardi_red) terlihat berlumuran darah di bagian lehernya. Katanya diduga setelah mencoba membunuh kedua anaknya, Mardi juga mencoba bunuh diri dengan memotong lehernya sendiri menggunakan senjata tajam,” terangnya.
Neng menerangkan, setelah kedua anaknya dibawa ke RS Dian Plered-Cibogo Hilir, lalu Mardi dibawa ke RS Bayu Asih Purwakarta untuk ditangani medis. Saat ini peristiwa tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian setempat.
Diketahui, Keluarga Mardi masih berstatus alamat tinggal warga Citeko Kecamatan Plered dan belum pindah resmi atau ganti KK dan KTP menjadi warga Desa Citalang.
Di tempat terpisah, Kapolsek Plered Kompol Winarsa mengatakan, bahwa pihaknya sudah melakukan olah TKP dan mengamankan barang bukti, diantaranya satu buah golok, dua botol racun tikus, bantal dan serpihan kaca.
“Adapun motif Pelaku melakukan aksi nekat kepada dua anaknya dan melukai diri sendiri masih dalam penyidikan,” pungkasnya. (Asep)





